Perang Lawan Geng Motor

Masyarakat Lihat Personal Tentukan Pemimpin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla melihat adanya tren masyarakat yang tidak lagi melihat partai yang mengusung calon pemimpin, tetapi lebih melihat pada personal atau track record orangnya.

"Parpolnya tetap saja, tapi orang tidak lagi melihat calon dari parpolnya tapi melihat dari track record orangnya, personalnya," kata Jusuf Kalla di Markas PMI, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Menurut Kalla yang menarik saat ini ada sebuah trand sedang berjalan dan sejak dahulu pun begitu dan dalam Pilkada DKI sangat terlihat sekali prilaku masyarakat dalam memilih pemimpinnya.

"Masyarakat sekarang memilih calonnya berdasarkan trak record karena walaupun Solo kota kecil tapi unsur leadership dan kepemimpinan Jokowi jelas, jadi orang pilih itu," kata Kalla.

Seperti diketahui, pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki T Purnama mampu mengungguli calon incumben Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam Pilkada DKI putaran pertama.

Dalam putaran kedua nanti Kalla melihat bahwa biasanya masyarakat cenderung ikut memilih yang bisa menang dengan baik.

"Angka diatas sepuluh poin itu kan berarti orang akan cenderung memilih yang hampir menang ya," terangnya.

Klik Juga:

  • Pelaku Perampasan Sepeda Motor Tusuk Korbanny...
  • JK: Kemenangan Jokowi-Ahok karena Mereka Bers...
  • Foke-Nara Kalah Karena Demokrat Tersandera Ka...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat