TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil survey lapangan Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, Asdep Perencanaan Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat Eko D Heripoerwanto mengatakan korban gempa di daerah Lindu Kabupaten Sigi banyak yang masih tinggal di tenda-tenda di luar rumah.
"Mereka kebanyakan masih trauma karena masih banyak gempa susulan yang sering terjadi. Sedangkan di Parigi Moutong yang terkena bencana banjir bandang sebagian besar rumah rusak dan hilang akibat air bah yang menerjang desa tersebut,"ujar Eko Heri dalam siaran persnya, Minggu (2/9/2012).
Untuk meringankan masyarakat dalam penyediaan material bahan bangunan, dirinya juga meminta Pemda untuk dapat memanfaatkan kayo gelondongan yang terbawa aliran air sungai untuk menjadi bahan baku rumah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas PU Provinsi Sulteng Ir. Dirwan menuturkan,
Pemda saat ini sedang fokus pada proses tanggap darurat penyelamatan jiwa para korban bencana. Pihaknya juga bekerjasama dengan anggota TNI, BPBD Sulteng dan masyarakat
Menurut Dirwan, daerah yang paling parah terkena bencana adalah Desa Anca dan Tomado yang berada di kecamatan Lindu, Sigi. Pihaknya berharap adanya bantuan rumah swadaya dapat meringankan beban masyarakat yang terkena bencana.
"Kami akan berusaha agar pohon dan kayu yang terseret banjir kemarin bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah. Setidaknya satu rumah membutuhkan sekitar dua meter kubik kayu untuk proses pembangunan," terangnya. (*)
baca juga:
- Di Samarinda, Asmara Bisa Berujung Petaka
- Korban Kecelakaan di Samarinda Ditipu Intel G...
- Korban Gantung Diri di WC Umum Tinggalkan Sur...



Yahoo! OMG