TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria yang berkebangsaan warga Amerika Serikat-Israel dan berstatus sebagai mahasiswa hukum ditangkap di Kairo, Mesir. Demikian disampaikan aparat berwenang Mesir, Senin (13/6/2011), dan dikutip AP.
Pria berusia 27 tahun itu bernama Ilan Grapel dan bertugas sebagai agen Mossad. Sebuah foto yang memperlihatkannya mengenakan seragam militer kemudian dipublikasikan di media-media di Mesir. Dalam berita yang dilansir kantor berita Al-Ahram, menyebutkan, jika ia disebut sebagai agen Mossad yang mencoba mensabotase revolusi di Mesir.
Sementara, Will Felder, mahasiswi hukum berusia 29 tahun yang kuliah di Emory University, Atlanta, mengatakan jika Grapel adalam temannya yang berasal dari Queens, New York, Amerika Serikat (AS).
Grapel lalu pindah ke Israel dan tinggal dengan kakek dan neneknya di sana sebagai pria muda dan melaksanakan wajib militer tahun 2006 serta terlibat ketika perang antara militer Israel dan militan Hizbullah.
Ia mengalami luka dalam pertempuran dan kemudian kembali ke AS serta menimba ilmu hukum dan berada di Kairo untuk magang di sebuah lembaga non-profot dan akan kembali ke Emory untuk menyelesaikan tahun terakhirnya kuliah.
Namun, teman Grapel di Israel bernama Ziki Ud mengatakan tak mungkin ia menjadi mata-mata karena ia melakukan perjalanan ke manapun menggunakan nama asli dan ia dengan mudah ditemukan memiliki kaitan dengan Israel di internet.


