Mata-mata Kanada Jual Rahasia AS, Australia dan Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY - Seorang perwira Angkatan Laut Kanada yang ditangkap tahun ini karena diduga membocorkan rahasia mungkin juga dipertemukan dengan pejabat tinggi intelijen Australia, Inggris dan Amerika Serikat, kata satu laporan Rabu (25/7).

Jeffrey Delisle, seorang perwira intelijen angkatan laut, pada Januari dituduh di Kanada telah melakukan komunikasi selama lima tahun terakhir "dengan pihak asing, menginformasikan bahwa pemerintah Kanada mengambil langkah-langkah untuk melakukan penjagaan keamanan".

Laporan-laporan Kanada mengatakan Ottawa telah mengusir empat diplomat Rusia setelah penangkapan Delisle meskipun Moskow membantah hal itu.

Pada Rabu, surat kabar 'Sydney Morning Herald' mengutip sumber keamanan Australia mengatakan Delisle juga diduga menjual sinyal intelijen kepada Moskow - informasi yang dikumpulkan oleh intersepsi sinyal radio dan radar - yang dihimpun oleh Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Selandia Baru.

Dikatakan bahwa banyak informasi itu lebih bersifat sangat rahasia dari pengungkapan yang dikaitkan dengan US Private Bradley Manning, yang dituduh melepaskan sejumlah besar file yang diklasifikasikan pada situs WikiLeaks.

Surat kabar itu mengatakan Delisle adalah subyek konsultasi tingkat tinggi antara pemerintah Australia dan Kanada dan telah dibahas di konferensi rahasia internasional di Selandia Baru pada awal tahun ini.

Satu sumber keamanan Australia yang dikutip surat kabar itu mengatakan, akses Delisle "tampaknya sangat luas" dan bahwa "pelaporan Australia pasti dikompromikan".

"Komunitas sinyal intelijen sangat dekat, kita berbagi informasi intelijen meliputi dengan Amerika Serikat, Inggris dan Kanada," kata seorang mantan petugas Direktorat Sinyal Pertahanan Australia.

Juru bicara Departemen Pertahanan Australia mengatakan pemerintah tidak mengomentari masalah intelijen. "Namun, pemerintah Australia membutuhkan keamanan nasional sangat serius dan terus meninjau serta memperkuat kebijakan, praktik dan teknik untuk menjamin keamanan nasional Australia," katanya kepada AFP.

PM Selandia Baru John Key menolak untuk mengonfirmasi apakah konferensi intelijen dilakukan dan mengatakan dia tidak bisa mendiskusikan hal-hal yang sifatnya menyangkut keamanan nasional.

"Saya tidak dalam posisi untuk dapat, atau ingin, mengomentari keamanan nasional kita," katanya kepada wartawan. "Hal-hal ini kadang-kadang lebih baik tidak usah diucapkan."

Pelanggaran Delisle yang diduga terjadi di Ottawa, ibu kota Kanada, Halifax dan di kota-kota di Ontario serta Provinsi Nova Scotia, kata dokumen pengadilan. Dia telah dituduh berdasarkan Undang-Undang tentang Informasi Keamanan Kanada, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.