MERDEKA.COM. Petugas Polsek Metropolitan (Polsektro) Kebayoran Baru menduga mayat yang ditemukan di bak kontrol samping Markas Polda Metro Jaya, merupakan korban pembunuhan. Hal ini karena kematian bocah tersebut tidak wajar.
"Kemungkinan korban dengan penyebab kematian yang tidak wajar," kata Kepala Polsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Polisi Adex Yudiswan seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/2).
Adex mengatakan dugaan tersebut berdasarkan tanda luka yang ditemukan pada bagian dalam hingga terjadi pendarahan.
Guna memastikan penyebab kematian jasad tersebut, polisi menunggu hasil autopsi dari tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.
Adex menuturkan petugas kepolisian menyusuri aliran sungai yang bermuara ke bak kontrol samping Markas Polda Metro Jaya, untuk mengungkap identitas korban.
Petugas kepolisian belum menemukan masyarakat yang mengenai identitas korban di sekitar lokasi kejadian.
Adex menyebutkan jasad korban berjenis kelamin pria berusia 8-11 tahun, mengenakan celana dalam warna kuning, tinggi sekitar 144 centimeter, berat badan 33 kilogram dan golongan darah "B".
Korban dengan rambut lurus dan telinga lancip tersebut diduga telah meninggal dunia sejak 12-16 jam sejak ditemukan warga di lokasi kejadian.
Sebelumnya, seorang saksi mata, Sinal (17) menemukan jasad pria nyaris tanpa busana yang mengapung di bak kontrol samping Markas Polda Metro Jaya, Senin (18/2) sekitar pukul 15.30 WIB.
Baca juga:
Bocah setengah bugil tewas di samping Polda Metro Jaya
Mayat pria overdosis dibuang di samping LBH Jakarta
Tato 'firman' ternyata nama suami mayat wanita Sukoharjo
Polisi tahan 8 tersangka pembakar anggota TNI
Demi harta korban, Mega tega bunuh pacar dengan 21 tusukan



Yahoo! OMG