TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Perusahaan sekuritas Danareksa Medan memperkirakan pangsa pasar Sukuk seri 005 (SR005) di kota ini masih besar walaupun imbal hasil yang ditawarkan lebih rendah dari sukuk sebelumnya. Di seri sebelumnya, SR 004, imbal hasilnya memang lebih tinggi, yaitu 6,5 persen.
Branch Manager Danareksa Medan, Martha Hidayat mengakui, selisih antara bunga deposito bank dengan imbal hasil Sukuk tidak jauh berbeda dari rata-rata deposito bank saat ini sekitar 5 persen hingga 5,5 persen.
Bahkan, ada juga investor yang berani memberikan bunga deposito di kisaran 6 persen bahkan lebih. Namun sukuk ini akan tetap menarik karena besaran pajak yang ditanggung nasabah lebih kecil dibanding deposito.
Seperti diketahui, obligasi syariah sudah mulai ditawarkan kepada investor mulai 8 Februari lalu. Sukuk seri 005 (SR005) ditawarkan dengan imbal hasil 6 persen per tahun. "Animo masyarakat yang menempatkan dana untuk investasi dengan tidak adanya risiko cukup banyak. Jadi pangsa pasar Sukuk 005 ini masih cukup besar, apalagi perkembangan ekonomi di kota ini cukup tinggi," katanya.
Sayangnya, ia belum bisa memastikan berapa target penjualan sukuk ini untuk wilayah Medan. Berkaca dari penjualan seri 004 sebelumnya, katanya, awalnya sempat diperkirakan permintaannya tidak akan begitu tinggi tapi ternyata cenderung meningkat karena pemerintah menaikkan target. Penyerapan dana yang masuk pada penerbitan Sukuk 004 sebesar Rp 13,6 triliun.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed), M Ishak mengatakan, penawaran sukuk ini tentunya harus lebih menarik dibanding sebelumnya. Apalagi imbal hasil yang diberikan tidak lebih tinggi dibanding produk-produk bank yang sudah ada.
"Jika pemerintah ingin memperoleh dana dengan menerbitkan surat hutang, tentu harus ada yang lebih menarik sehingga masyarakat bersedia berinvestasi pada sukuk ini," katanya.
Sukuk Ritel Seri 005 ini bertujuan untuk pembiayaan APBN dan memenuhi keinginan masyarakat yang gemar berinvestasi. Kekhasan Sukuk Ritel Seri 005 adalah targetnya yang adalah individu, bukan perusahaan-perusahaan besar. Sebelumnya telah hadir Sukuk Ritel Seri 001 sampai seri 004 yang terbentuk sejak tahun 2009. Sukuk Ritel Seri 001 sampai Sukuk Ritel Seri 003 memiliki tempo selama 3 tahun,sedangkan Sukuk Ritel Seri 004 memiliki tempo 3,5 tahun.
Untuk menciptakan keamanan dan keuntungan para investor, Sukuk Ritel Seri 005 hadir dalam basis syariah dengan instrument syariah pula. Sistem ini akan memberikan imbalan atau hasil per bulan bagi para investor. Ketika sudah jatuh tempo, investor pun akan mendapatkan uangnya lagi.
Dengan akad Ijaroh asset to be leased, underlying asset dari SR-005 adalah proyek APBN 2013. Karena menggunakan underlying proyek, jadi agak berbeda strukturnya.
Tanggal setlement/penerbitan SR-005 akan dilakukan pada 27 Februari 2013, dengan tenor 3 tahun, sehingga akan jatuh tempo pada 27 Februari 2016. Nominal per unit dijual dengan harga at par sebesar Rp 1 juta dengan minimum pemesanan Rp 5 juta dan maksimum Rp 5 miliar. Syaratnya, cukup dengan membawa kartu tanda penduduk di agen penjualan selama masa penawaran pada 8-22 Februari 2013.(Tribun Medan/ers)
Baca juga:
- Energi Group Gandeng BII Perkuat Pasokan Batubara Untuk 5 PLTU
- Bank Mandiri Luncurkan Paket Cicilan Menikah 0%
- Bayar Cicilan dengan Sistem Debet di Pegadaian
- Prudential Optimistis Tren Unit Link Terus Naik


