Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan para kader harus memahami ideologi partai dengan sebaik-baiknya.
"Saya mengajak kepada peserta pendidikan kader pendidik politik PDIP untuk memahami ideologi partai. Untuk itu, kader PDIP harus memahami dan memiliki ideologi Pancasila yang diimplementasikan dalam Tri Sakti atau berdaulat dalam bidang politik," kata Megawati di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia dalam pidato pengarahannya di depan ribuan kader PDIP, negara Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah, terutama dari hasil berbagai jenis tambang.
Namun, kata dia, kenyataannya belum semua penduduk Indonesia menikmati hasil tersebut.
"Oleh karena itu, saya melarang para kader partai tamak dengan kekuasaan yang hanya untuk kepentingan pragmatis, yakni kekayaan. Saya persilakan para kader untuk hengkang dari PDIP jika orientasinya hanya menjadikan PDIP sebagai alat untuk menumpuk kekayaan," katanya.
Pada bagian lain dalam pidatonya, mantan Presiden RI ini juga mengatakan semangat kegotong-royongan Bangsa Indonesia sudah tererosi.
Oleh karena itu, kata dia, untuk tetap meneguhkan perjuangan PDIP, para kader diminta menjiwai secara subtansional tujuan partai.
"Terkait dengan itu, maka kader PDIP yang terpilih mengikuti pendidikan ini akan digodok secara teori dan praktik," kata Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPP PDIP Bidang kaderisasi, keanggotaan dan rekruitmen Idham Samawi mengatakan seluruh kader partai ini hendaknya meningkatkan militansi, karena sikap militansi diperlukan untuk memperkuat partai, serta meneguhkan ideologi partai.
"Kita tidak mungkin melewati jalan terjal dalam menegakkan ideologi partai. Mari kita bersama-sama melakukan pembenahan, dan meningkatkan kinerja politik demi ideologi partai. Ini membutuhkan militansi kader di bawah. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkannya," katanya dalam acara pembukaan Pendidikan Kader Pendidik Angkatan III dan IV PDIP.
Menurut dia, kegiatan ini dijadwalkan berlansung hingga 25 April 2012 dan para peserta akan menginap rumah warga di wilayah Boro, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo.
"Para peserta didik untuk tinggal di rumah warga, untuk mendengarkan masalah yang ada di tengah masyarakat. Ini bagian dari pilihan ideologi, dengan harapan kader belajar dan menjadi bagian dari rakyat," kata Idham Samawi.(ar)



Yahoo! OMG