Panama City (AFP/ANTARA) – Sebuah badan ilmiah pada Kamis mendesak Meksiko dan Selandia Baru agar segera mengambil tindakan untuk mencegah kepunahan mamalia kecil di laut, yang banyak terbunuh akibat pukat yang lepaskan industri perikanan.
Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional menyerukan kekhawatiran bagi lumba-lumba Maui, sejenis lumba-lumba kecil di dunia dan hanya ditemukan di Pulau Utara di Selandia Baru, serta vaquita, jenis porpoise (saudara dekat lumba-lumba) kecil berukuran 1,5 meter di Teluk California.
Komite ilmiah komisi tersebut memperkirakan bahwa Selandia Baru hanya memiliki 55 lumba-lumba Maui yang berusia kurang dari satu tahun, dan Meksiko telah kehilangan lebih dari 220 vaquita, jumlah keberadaan mamalia laut tersebut menurun meskipun telah diterapkan beberapa macam metode konservasi.
Dalam sebuah laporan di pertemuan tahunan di Panama City, komite itu menyerukan “keprihatinan mendalam” atas masa depan vaquita dan mendesak agar segera dilakukan pelarangan penggunaan pukat yang dapat mengganggu keberadaan cetacea (mamalia laut).
Di Selandia Baru, komite itu juga menyerukan larangan penggunaan pukat serta meminta pembangunan koridor yang aman bagi lumba-lumba Maui antara pulau Utara dan Selatan.
Kedua negara itu mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan. Bahkan Gerard van Bohemen, komisaris Selandia Baru, memutuskan untuk menerapkan larangan memancing menggunakan jaring di sepanjang pantai bagian barat Taranaki, Pulau Utara. (ai/pt)


