Penghargaan buat SBY

Mendag G20 Sepakat Tekankan "Global Value Chains"

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Jakarta (ANTARA) - Para Menteri Perdagangan dari negara-negara G20 sepakat untuk menekankan konsep "global value chains" (rantai nilai global) di mana setiap negara berperan baik sebagai penyedia bahan baku, produk antara, dan produk akhir.

"Pembahasan mengenai `global value chains` harus seimbang untuk mencerminkan kepentingan negara maju dan negara berkembang secara proporsional," kata Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Gita Wirjawan mengemukakan hal tersebut dalam pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Puerto Vallarta, Meksiko, Jumat (20/4) yang diikuti oleh wakil dari seluruh negara anggota G29 dan lima negara yang diundang tuan rumah sebagai pengamat, yakni Kamboja, Chili, Peru, Selandia Baru, dan Singapura.

Menurut dia, konsep rantai nilai global adalah penting untuk memperhatikan negara berkembang antara lain karena dimasukkannya pertanian sebagai sektor penting pendorong pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, tersedianya ruang kebijakan untuk mengatasi tantangan pembangunan yang memerlukan keberpihakan.

Selain itu, lanjutnya, alasan lainnya adalah meningkatnya aspirasi dalam pembahasan mata rantai perdagangan dari penyedia bahan baku menjadi pengolah bahan antara dan produk akhir sehingga negara berkembang seperti Indonesia dapat ikut menikmati nilai tambah dalam mata rantai perdagangan.

Dalam mata rantai perdagangan, berbagai sektor jasa, pembiayaan, dan fasilitasi perdagangan dinilai memainkan peran kunci sebagai "pelumas" bagi kelancaran rantai nilai global.

Mendag juga menekankan pentingnya investasi di bidang sumber daya manusia karena pembukaan pasar yang didukung kemajuan teknologi, inovasi, dan transparansi, tidak akan memberikan manfaat maksimal bila tidak didukung SDM yang memadai.

Pada pertemuan tersebut, sejumlah negara termasuk Indonesia menekankan bila forum G20 mengembangkan mekanisme kepatuhan tersendiri yang terlepas dari mekanisme kepatuhan yang telah dibuat oleh WTO (Organisasi Perdagangan Dunia).

"WTO merupakan forum yang tepat untuk menerapkan `compliance procedures` antara lain melalui Trade Policy Review Mechanism dan pertemuan-pertemuan komite. Memindahkan atau menciptakan mekanisme kepatuhan di luar WTO dapat diartikan sebagai pengakuan bahwa mekanisme ini tidak berjalan di WTO, dan itu tidak benar," kata Gita. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat