Mendag Imbau Masyarakat Beli Produk Indonesia

  • Lagi, Orang Sukses yang Drop-Out dari Sekolah

    Plasadana

    Lagi, Orang Sukses yang Drop-Out dari SekolahPLASADANA.COM - Bagi sebagian orang, kesuksesan dalam bisnis tidak berhubungan dengan pendidikan akademis. Inovasi dan pengalaman ternyata bisa menjadi kendaraan bagi seorang pengusaha untuk meraih keberhasilan. Tidak jarang, mereka yang putus sekolah justru bisa menjadi miliarder.Salah satunya adalah pendiri situs mikrobloging Tumblr, David Karp. Pria kelahiran New York 6 Juli 1986 ini menjadi buah bibir setelah Tumblr dibeli senilai US$ 1,1 miliar

  • TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal     

    TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal  

    Tempo
    TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal     

    TEMPO.CO, Jakarta - Erajaya Group, induk usaha Teletama Artha Mandiri (TAM) yang menjadi satu distributor BlackBerry di Indonesia, prihatin atas beredarnya BlackBerry ilegal di pasaran. Ia mencontohkan, produk BlackBerry Q10 sudah ada di pasar walau belum diluncurkan.

  • Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    Tempo
    Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyambut positif ditunjuknya Chatib Basri sebagai menteri keuangan yang baru. "Bagus, apalagi dia tidak berpartai, jadi lebih independen," ujar Dahlan saat ditemui seusai acara Sarasehan Pendidikan Nasional dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Sentul International Convention Centre hari ini, Selasa, 21 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengimbau masyarakat untuk membeli barang hasil produksi dalam negeri untuk menekan kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat meluasnya dampak krisis utang di Uni Eropa.

"Perkuat pasar dalam negeri, beli produk Indonesia, supaya konsumsi domestik berkesinambungan. Itu senjata yang kuat menghadapi gonjang-ganjing dari luar," katanya pada pertemuan dengan sejumlah redaktur media di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan sejauh ini daya beli masyarakat Indonesia masih cukup kuat, dengan tingkat simpanan mencapai rata-rata 30 persen. Masyarakat, kata dia, bisa menolong pemerintah mengatasi dampak krisis sehingga kinerja produksi tetap stabil di dalam negeri. "Caranya lakukan belanja kebutuhan sehari-hari dengan membeli produk Indonesia," katanya.

Gita juga menegaskan pemerintah sangat peka terhadap kemungkinan PHK dari industri di dalam negeri, akibat dampak krisis di Eropa. Oleh karena itu, kendati ada penurunan aktivitas ekonomi, pemerintah akan berusaha tidak terjadi PHK.

Selain itu, kata dia, dengan penurunan harga minyak internasional, maka dana penghematan energi dan subsidi bahan bakar minyak bisa dialihkan untuk mendorong kegiatan ekonomi di dalam negeri.

"Dana penghematan itu bisa dipertimbangkan untuk dialokasikan ke kegiatan yang menciptakan lapangan kerja, seperti pembangunan infrastruktur," ujar Gita.

Ia juga mengungkapkan pemerintah akan menggenjot kegiatan investasi di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli, di samping mengantisipasi pemulihan ekonomi Uni Eropa dan Amerika Serikat yang selama ini menjadi tujuan ekspor nasional.

"Sudah banyak investasi yang masuk," katanya.

Menurut dia, investasi yang masuk tersebut baru akan mulai beroperasi secara komersial enam sampai 24 bulan ke depan, sehingga bisa mengantisipasi melonjaknya permintaan seiring dengan pemulihan ekonomi dunia.

Gita mengakui ekspor tahun ini kemungkinan tidak akan mengalami pertumbuhan akibat dampak krisis utang di Uni Eropa dan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. "Nilai ekspor tahun ini mencapai tahun lalu saja sudah bagus," ujarnya.

Tahun lalu, kata dia, nilai ekspor nasional mencapai 203 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut sekitar 65 persen berasal dari komoditas primer dan sisanya berasal dari non-komoditas. Oleh karena itu, lanjut Gita, tren menurunnya harga komoditas saat ini akan sangat mempengaruhi ekspor nasional. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat