UPDATE 31 Oktober 2012 18.05 WIB: Kami menghilangkan nama radio atas permintaan narasumber.
Sudah banyak cerita yang kita dengar mengenai orang yang terkaget-kaget ketika pulang kampung dan mendengarkan siaran radio. Bukan apa-apa, mereka terkejut karena para penyiar radio di sana bicara seperti lagaknya penyiar radio Jakarta.
Penggunaan kata “elo”, “gue”, “bokap”, “nyokap” dsb sudah seperti makanan harian saja. Mengapa fenomena ini terjadi?
“Hal itu terjadi karena [mereka] ingin kelihatan modern,” kata Ivan Lanin, pencinta bahasa Indonesia dan kontributor Wikipedia. “Dan bahasa Indonesia dengan ragam Betawi itulah yang dianggap modern. Sementara bahasa daerah dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan ndeso.”
Bagaimana awalnya? Salah satu dugaan, ini bisa dibilang berawal dari kehadiran jaringan radio dari Jakarta di daerah-daerah pada awal tahun 2000-an.
Ryu Deka, seorang mantan penyiar radio di Yogyakarta menyebut bahwa kehadiran radio ******** adalah awal dari menyebarnya gaya Jakartanisasi di sana.
“Saya dulu salah satu yang turut mendirikan ******** di Yogya tahun 2002. Waktu itu namanya masih ***** Radio. Kami memang sengaja mengadopsi gaya penyiar Jakarta, misalnya cara bicara yang cepat dan nadanya yang tinggi dan tentu saja memakai ‘elo-gue’,” kata Ryu.
Banyak pihak yang mengkhawatirkan gaya bahasa Jakarta ini akan menghilangkan identitas kedaerahan. Ivan mengatakan, “Seperti kata pepatah, alah bisa karena biasa. Bisa-bisa nanti bahasa ragam Betawi ini dianggap sebagai satu-satunya ragam bahasa Indonesia yang benar.”
Kekhawatiran Ivan sangat masuk akal. Tak terbayangkan bila gaya bahasa seperti ini menyebar hingga kota-kota kecil dan identitas kedaerahan mereka akan makin terkikis — bila tidak hilang sama sekali. Apalagi, penyebaran sinetron yang ditayangkan nyaris semua televisi nasional juga makin gencar mempromosikan gaya bahasa ala Betawi ini.
Hilangnya bahasa daerah ini bukan pepesan kosong belaka. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada pengujung abad 21, bahasa daerah di Indonesia yang tadinya berjumlah 746 bahasa terancam menyusut hingga tinggal 75 bahasa.
Untungnya, sebagian besar warga Yogyakarta memiliki kearifan lokal untuk menolak penyeragaman gaya berbahasa seperti itu. Kebanggaan mereka dengan bahasa daerah dan logat kedaerahan sanggup melawan kehadiran gaya “elo-gue” yang marak di media.
“Awal ketika radio-radio menggunakan gaya bahasa Jakarta, timbul kehebohan. Tapi lama-lama hal seperti itu tidak bisa diterima. Orang Yogya sangat bangga dengan kelokalannya. Kalau radio mengadopsi mentah-mentah gaya bahasa orang Jakarta, itu akan ditolak pendengar,” kata Ryu.
Selain itu, penggunaan bahasa ragam Betawi ini kebanyakan masih terbatas pada perbincangan informal. “Kalau di Bahasa Indonesia kan gaya bahasa formal dengan informal sangat jauh. Selama penggunaan bahasa ragam Betawi itu masih di ranah informal, tidak ada masalah,” Ivan menjelaskan.
Walau begitu, kewaspadaan terhadap arus penyeragaman bahasa ini tetap harus ada. Jangan sampai keinginan untuk diidentikkan sebagai masyarakat modern malah membunuh keberadaan bahasa daerah. Perlu ditekankan bahwa bicara dengan bahasa daerah atau logat kedaerahan bukanlah hal yang memalukan — apalagi suatu keterbelakangan.
“Jangan sampai kita seperti pepatah ‘gajah di seberang lautan tampak, kuman di pelupuk mata tidak’. Kita mencari sesuatu yang modern dari jauh tapi melupakan kekayaan bahasa daerah sendiri. Bahasa daerah itu indah dan menyenangkan untuk didengar,” ujar Ivan.
BACA JUGA:
Ambisi globalisasi dan kota yang keminggris
Contoh kekeliruan penggunaan bahasa Indonesia oleh musisi
Tentang miapah dan hal-hal ciyus lainnya
Penghargaan buat SBY
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - 53 menit yang lalu
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - 13 jam yang lalu
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - 15 jam yang lalu
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - 15 jam yang lalu
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
- Taufiq Kiemas Janji Bawa Kasus Gereja ke PresidenTempo - Sel, 9 Apr 2013
Berita Lainnya
- Rio Dewanto Belajar Cepat Akordeon
- VIDEO: Ketika Pemain Barca Berbahasa Indonesia
- Kurikulum 2013, Guru Diminta Aktif Kaji dan Kritik
- Slank Rahasiakan Perayaan Ultah ke-30
- Mensos: Waspadai Aliran Lemahkan Ideologi Bangsa
- Kemendikbud Gelar Konvensi Nasional Bahas Sistem Pendidikan
- Bagaimana Pattern dari Para Young Entrepreneur dalam Membangun Kompetensi …
- Tersingkir, Nu Dimension Pulang dengan Bangga
- Shahnaz Haque: Baseball, Olahraga Unik
- Tamu Bupati Malang Wajib Berbahasa Inggris
- Sha Ine Febriyanti: Tantangan Teknis Berdialog
- Indonesia Diincar Maskapai Asing karena Pertumbuhan Pesat
- UCAM: Bahasa Spanyol Buka Peluang Peningkatan Ekonomi
- Pemerintah Targetkan 150.000 Doktor pada 2025
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Pilihan
- Wabup Bogor dalang penyebar video mesum mirip politikus PDIP Merdeka.com - 20 jam yang lalu
- Vatikan bantah rekaman video yang menampilkan Paus melakukan pengusiran … AFP - Kam, 23 Mei 2013
- Anak cantik modal gaet menantu kaya? Merdeka.com - 15 jam yang lalu
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly Tempo - Rab, 22 Mei 2013
- Inilah Daftar Aliran Dana Fathanah ke 45 Perempuan Tempo - Rab, 22 Mei 2013
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 37
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...

