Menghitung Harga Persahabatan

Oleh Chad Brooks, BusinessNewsDaily Contributor | LiveScience.com

Ternyata harga untuk menjadi teman yang baik itu tidak murah.

Survey baru dari CouponCabin.com menunjukkan bahwa hampir 20 persen dari orang dewasa di Amerika Serikat menghabiskan $500 (Rp 4,7 juta) atau lebih dalam setahun untuk membelikan hadiah buat teman-teman mereka. Selain itu, hampir sepertiga orang dewasa menghabiskan uang lebih banyak untuk teman-teman mereka daripada yang dihabiskan teman-teman tersebut untuk mereka.

Penelitian itu membuktikan bahwa hubungan antarteman bisa menjadi tegang karena urusan finansial. Lebih dari 20 persen sudah merasakan tekanan untuk mengimbangi teman-teman mereka dalam hal berapa banyak uang yang harus keluar untuk makan, membeli pakaian, perlengkapan rumah, dan lebih dari 20 persen juga pernah "putus" dengan teman akibat uang.

Pernikahan adalah salah satu aspek yang mahal untuk pertemanan. Sekitar 16 persen yang disurvey mengantisipasi untuk menghabiskan sekitar $100 (Rp 942 ribu) untuk pernikahan teman tahun ini, termasuk pembelian kado, perjalanan ke tempat pesta, dan membeli baju baru. Sekitar 7 persen malah menghabiskan lebih dari Rp 4,7 juta.

Pengeluaran-pengeluaran saat pernikahan itu kadang terlalu berat. Lebih dari 20 persen responden menyatakan pernah menolak undangan ke pesta pernikahan karena tidak mampu mengeluarkan biaya tersebut.

Meski begitu, menurut presiden CouponCabin.com Jackie Warrick, jujur pada teman adalah yang terbaik. "Jika Anda merasa tertekan untuk menghabiskan uang untuk teman dan Anda tidak mampu, jujur saja dan jelaskan situasinya. Berbicara jujur akan membebaskan Anda dari tekanan dan malah akan menguatkan persahabatan."

Survey ini berdasar pada 2200 orang dewasa di AS dengan usia di atas 18 tahun.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.