Menhan Korsel dan AS Bahas Peluncuran Roket Korut

SEOUL (AFP/ANTARA) - Kepala pertahanan Korea Selatan dan AS berjanji pada Selasa akan mengambil tindakan terkoordinasi untuk mengahadapi rencana peluncuran roket Korut, mereka juga menyebutnya sebagai "provokasi serius", kata menteri pertahanan.


Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-Jin dan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta setuju dalam pembicaraan telepon untuk menjalin kerjasama yang erat menentang peluncuran dan mempertahankan bentuk pertahanan yang kuat, kata kementerian.


"Kedua menteri berbagi pandangan bahwa peluncuran roket jarak jauh Korut adalah provokasi serius," ujar sebuah pernyataan resmi tanpa mengungkapkan tindakan apa yang dipertimbangkan.


Korea Utara, yang miskin tapi memiliki senjata nuklir, mendapat kecaman internasional setelah mengumumkan rencana peluncuran satelit sekitar 12-16 April, untuk memperingati kelahiran mendiang presiden Kim Il-Sung.


Pyongyang bersikeras peluncuran itu bersifat damai tapi AS dan Korsel melihatnya sebagai penyamaran terhadap tes roket yang melanggar resolusi PBB.


Korsel telah berjanji akan menembak jatuh roket tersebut jika menyimpang ke wilayahnya. Jepang juga telah menjanjikan hal serupa.


Militer Korsel telah merencanakan untuk menempatkan senjata pemusnah dengan misil di Laut Kuning untuk melacak roket tersebut.


15 pusat kontrol maritim akan ditempatkan dalam keadaan siaga pada Rabu, untuk mengeluarkan peringatan setiap dua jam sekali demi melindungi kapal-kapal yang beroperasi di Laut Kuning.


Tahap pertama peluncuran roket tersebut diperkirakan akan jatuh ke perairan 170 km (100 mil) barat Gunsan di barat daya Korea Selatan, katanya. (nn/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.