New Delhi, India (ANTARA) - Menteri-menteri Kesehatan (Menkes) Asia Tenggara menyepakati tahun 2012 sebagai tahun intensifikasi imunisasi bagi bayi dan anak di bawah lima tahun bagi peningkatan cakupan imunisasi di kawasan itu.
Kesepakatan itu tertuang dalam deklarasi "Delhi Call for Action for Intensification of Routine Immunization" yang dibacakan oleh Menteri Kesehatan Bangladesh Ruhal Haque di Pertemuan Tingkat Menteri untuk Meningkatkan dan Mempertahankan Cakupan Imunisasi di Asia Tenggara yang diselenggarakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di New Delhi, India, Selasa.
"Kami, Menteri-Menteri Kesehatan anggota kawasan Asia Tenggara WHO memahami bahwa imunisasi terhadap penyakit infeksi besar adalah komponen penting bagi kesehatan dasar seperti yang dinyatakan dalam Deklarasi Alma-Ata," demikian Ruhal Haque membacakan deklarasi tersebut.
Kawasan Asia Tenggara WHO terdiri atas 11 negara yaitu Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Indonesia, Thailand, Timur Leste dan Korea Utara.
Para menteri atau perwakilannya yang hadir dalam pertemuan tersebut menyetujui bahwa akses imunisasi bagi anak dan perempuan usia subur adalah hak dasar manusia dan menyadari bahwa imunisasi merupakan hal kunci untuk mencapai target 4 dan 5 dari Millenium Development Goals (MDG) dan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi yang paling murah bagi kesehatan masyarakat.
Di antara wilayah WHO lainnya, kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah dengan tingkat kelahiran bayi yang tinggi yaitu 38 juta kelahiran tiap tahunnya dan anggota kawasan itu total mengimunisasi 28 juta atau 73 persen dari jumlah bayi itu dengan tiga dosis DPT pada 2009.
"Kami juga menyadari bahwa dari pengalaman, inisiatif yang dipimpin oleh negara memajukan kebijakan kesehatan sehingga efekfif dan terjadinya reformasi yang berkontribusi bagi pencapaian tujuan pengembangan dan bahwa peningkatan cakupan imunisasi hanya dapat dicapai dengan upaya bersama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan," kata Haque.
Para Menteri Kesehatan kemudian bersumpah untuk membangkitkan kembali imunisasi rutin dengan meluncurkan dan mendeklarasikan tahun 2012 sebagai tahun intensifikasi imunisasi rutin dan menjamin terjadinya kesinambungan setelahnya.
WHO akan diminta untuk menyediakan input strategis, kajian teknis bagi pelaksanaan intensifikasi imunisasi di kawasan Asia tenggara.
WHO South-East Asia Regional Director Samlee Pliangbangchang menyatakan harapannya akan terjadi peningkatan cakupan imunisasi di kawasan Asia Tenggara dengan adanya tahun intensifikasi imunisasi tersebut.
"Kita berharap tahun depan dengan intensifikasi ada peningkatan. Masih banyak anak yang belum mendapatkan akses terhadap vaksin ini," ujarnya.
Diperkirakan sekitar sepuluh juta anak belum terjangkau imunisasi rutin tiap tahunnya di kawasan Asia Tenggara sehingga mereka terancam untuk terjangkit penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi seperti tuberkulosis anak, polio, campak, difteri, batuk rejan dan tetanus karena sulit menjangkau fasilitas kesehatan karena berada di daerah terpencil.
Diperkirakan sebanyak 500 ribu anak meninggal tiap tahunnya akibat penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi di kawasan Asia Tenggara yang menyulitkan negara-negara tersebut untuk mencapai target penurunan angka kematian anak seperti tercantum dalam Millenium Development Goals (MDG).
Masih besarnya jumlah tersebut disebabkan banyak dari anak-anak itu yang belum dapat dicapai oleh petugas kesehatan karena berada di daerah yang terpencil atau bahkan juga mereka yang tinggal di pemukiman padat di perkotaan.



Belum ada komentar