Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Menkeu dan Ketua Banggar Terlibat Adu Mulut...Suasana Rapat Mendadak Hening

    • Dahlan Ragu Dirut Baru Merpati Tuntaskan Masalah

      Dahlan Ragu Dirut Baru Merpati Tuntaskan Masalah

      Antara
      Dahlan Ragu Dirut Baru Merpati Tuntaskan Masalah

      Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan tidak memiliki kayakinan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo, dapat menyelesaikan permasalahan, khususnya kerugian di BUMN penerbangan tersebut. "Saya tidak yakin dengan Pak Rudy ini bisa selesaikan kerugian Merpati yang tiap hari mencapai Rp2 miliar," kata Dahlan saat bincang-bincang di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin. Ia beralasan kerugian Merpati setiap harinya merupakan nilai yang besar, sehingga diperlukan …

    • Rupiah Senin Pagi di Posisi Rp9.235

      Rupiah Senin Pagi di Posisi Rp9.235

      Antara
      Rupiah Senin Pagi di Posisi Rp9.235

      Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi belum bergerak nilainya di posisi Rp9.235 per dolar AS. "Pelaku pasar masih terus mengawasi perkembangan Yunani serta ekspektasi perlambatan ekonomi China, kondisi itu dapat membuat rupiah kembali tertekan," kata analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin. Ia menambahkan, harga minyak mentah AS terus mengalami penurunan karena khawatir dengan ekonomi Eropa yang terus memburuk dan …

    • Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      Tempo
      Rupiah Sempat Tertekan ke 9.400

      TEMPO.CO, Jakarta - Pada saat pasar uang domestik libur, nilai tukar rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) sempat ditransaksikan di atas level 9.400 per dolar Amerika Serikat, Jumat lalu, sebelum akhirnya ditutup di 9.395. Tingginya nilai tukar rupiah di pasar NDF akhir pekan lalu mengindikasikan bahwa tekanan rupiah masih cukup besar sehingga dapat kembali membebani apresiasi mata uang lokal pada awal pekan ini.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rapat pembahasan besaran subsidi BBM pada RAPBN 2012, Selasa (11/10), diwarnai ketegangan antara Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Ketua Badan Anggaran, Melchias Markus Mekeng. Keduanya tak sepaham dengan besaran volume BBM bersubsidi jenis premium yang bisa dihemat.

    Agus berharap pimpinan rapat yang dipegang Melchias bisa dipegang pimpinam lain.

    Ketegangan antara Agus dan Melchias berawal dari sikap Fraksi Partai Golkar yang tidak menyepakati 2,5 juta kiloliter penghematan. Anggota Fraksi Golkar Agun Gunanjar Sudarsa meminta pemerintah tak sekadar melakukan penghematan 2,5 juta kiloliter, namun menuntut strategi pemerintah untuk memastikan subsidi BBM tepat sasaran. Sementara, fraksi lainnya sudah sepakat dengan pemerintah.

    Melchias yang memimpin sidang belum mau mengetok palu.  Jika pemerintah bersikeras meneruskan rapat, maka Fraksi Partai Golkar akan membubuhkan catatan dalam UU APBN 2012.

    Agus bersikeras tak ingin ada catatan dari fraksi ketika UU APBN 2012 disahkan. "Karena saya rasa tidak lazim suatu Undang-Undang diberi catatan," katanya.  Agus menanyakan kepada Mechias apakah pimpinan rapat bisa dipegang salah satu dari tiga Wakil Ketua Banggar.

    Melchias naik pitam dengan pernyataan Agus itu seraya menegaskan bahwa Agus tidak berhak menyampaikan usulan itu karena bukan pimpinan rapat. "Pak Menteri anda tidak punya hak (mengintervensi). Saya yang punya hak di di sini Pak Menteri, saya pimpinannya di sini," ujar Melchias dengan nada tinggi. Melchias mengulangi kalimat itu dua kali sambil menggunakan telunjuknya ke arah Agus.

    Suasana rapat pun menjadi hening. Menanggapi ucapan Melchias, Agus pun buru-buru minta maaf atas ucapannya.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    23 komentar

    • Made  •  7 bulan yang lalu
      walah walah kok kayak gini ya wakil rakyat kita, pak mekeng itu mokong juga sih ,... santai saja agar hasil bs maksimal
    • Robert  •  7 bulan yang lalu
      Inilah kondisi negeri ku saat ini, kalau pengelola management Keuangannya pimpinan ter-
      tingginya sudah kurang paham akan etika, Kinerjanya gimana ya........bisa amburadul nih
    • eka  •  7 bulan yang lalu
      pak mekeng ini dari dapil mana sih???????????......kasihan konstituennya yg telah salah pilih orang seperti ini jadi anggota dpr ....ayo konstituen melchias mekeng tolong kalian tegur pilihan kalian itu......bikin malu saja...
    • Zoel  •  7 bulan yang lalu
      Anggota dewan yang sok tahu, Pak Menteri lanjutkan programnya Pak..
    • Wanto  •  7 bulan yang lalu
      YA SEKALI-KALI EKSEKUTIF........KOREKSI/USUL KE LAGISLATIF......TIDAK HANYA MARAH KE EKSEKUTIF
    • Denbagus Bejo  •  7 bulan yang lalu
      SALUUT BPK MENKEU,PROFESIONAL SAJA PAK,MENGHADAPI ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT,MEREKA ANAK2 YANG SOK KUASA,SOK TAHU,SEBETULNYA MEREKA KOSONG ILMUNYA.
      SANGAT KASIHAN REPUBLIK INI,LEGISLATIFNYA MASIH BOCAH,TTPI PUNYA KUASA!!!SALAH PILIH RAKYAT INI!!
      MOGA2 KMENTERINYA PROFESINAL,BERANI MENGHADAPI BOCAH!!!
    • yassin  •  7 bulan yang lalu
      saya ingin undang2 pemilu dirubah lagi..yang dibolehkan maksimal 5(lima) partai... saya khawatir dengan multi partai, akan terjadi sebagian partai yang menjadi peserta pemilu didanai oleh simpatisan asing...yang akhirnya hanya berebut kekuasaan sambil korupsi, dan sistem perekonomian kita yang pro rakyat terlewatkan oleh wakil2 di senayan...masuklah kepentingan barat dan timur, didalam kehidupan sosial masyarakat kita, dan terjadi lagi penjajahan perekonomian bangsa indonesia
    • Pocong Gentayangan  •  7 bulan yang lalu
      HAAAA..............HAAAAAAAAAAAA
      RAKYAT SENANG KALO PARA AN-JING PADA KERAS-KERASAN GONGGONGANNYA.
      KITA TUNGGU AN-JING BULDOG ATO AN-JING DOBERMEN YG MENANG.
    • Radenkayanto Kayanto  •  7 bulan yang lalu
      rakyat dan konsumen hal BBM / Premium dengan subsidi - subsidian , TEORI YA , OK !!! TAPI KENYATAAN , JANGAN OMONG DOANG . RAKYAT / KONSUMEN UDAH MAU DAN BERKORBAN , TEPAT GAK SUBSIDINYA ? KONTROLNYA DIMANA ? SPBU UDAH DI KONTROL ? OMONG DOANG DPR MAUPUN PEMERINTAH ?
    • mr.x  •  7 bulan yang lalu
      preeetttttt..................................
    • Gemblong  •  7 bulan yang lalu
      Sok HEBAT ,cari SENSASI demi REPUTASI dewan yang TERPURUK. Mekeng mekeng cari POPULARITAS ya setelah apa yang MENIMPA mu, DAGELAN tau !. Kalau mau POPULER keng Gue kasih TIP yang JITU, " Etiket harus di jaga , NADA bicara harus lembut dan Banyak banyak MENGUMBAR seyum kayak PUTRI INDONESIA so pasti banyak yang SUKA.
      Eh satu lagi DATANG ke KPK lalu NGOMONG deh ke adaan BANGGAR pasti di jamin JADI POPULER deh.
    • Putry desa  •  7 bulan yang lalu
      HA HA HA THAT'S FUNNY:0....kelihatan banget deh para menteri reformasi kita ini tugang dagelan istilah di jaman PAK HARTO di panggil PASAR SeReT.TIDAK PROFESIONAL SAMA SEKALI!!!
    • Ferdiansyah  •  7 bulan yang lalu
      banggar cari sensasi
    • Rudi P  •  7 bulan yang lalu
      mana sopan santunnya ?
    • ksore  •  7 bulan yang lalu
      Pak Agus...ngerti gak maksudnya Mekeng ini..???? Minta duwit...!!! Itu doang, kayak gak tahu aja Pak Agus niichh...Dia khan dedengkotmya Bajingan Anggaran (BangGar)
    • SINAbung  •  7 bulan yang lalu
      rakyat sudah sulit untuk percaya, bisa aja itu hanya sinetron, dibelakang malah peluk-pelukan dan cipika cipiki, apalagi kasus korupsi yang semakin menggila disetiap lini...
    • Wanto  •  7 bulan yang lalu
      SEKALI-KALI EKSEKUTIF MEMBUAT MARAH LEGISLATIF.......TEST EMOSI
    • Kaa  •  7 bulan yang lalu
      hidup makin susah saja ya.....
    • Ranu  •  7 bulan yang lalu
      BANGGAR DPR sdh car-cari masalah tunggu bentar lagi kalian pada di gulung KPK
    • Mochtari  •  6 bulan yang lalu
      Pak Agus sebagai profesional minta pimpinan rapat diganti pasti karena yang memimpin tidak profesional dan tidak layak memimpin. Pimpinan rapat tidak perlu marah apalagi sok kuasa, seharusnya berterimakasih karena pak Agus berani melakukan koreksi atas gaya kepemimpinannya dan sekaligus introspeksi untuk memperbaiki diri.
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat