Jakarta (ANTARA) - Menkeu Agus DW Martowardojo mengatakan laju inflasi pada tahun ini bisa lebih rendah dari 5,3 persen jika Pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Asumsi inflasi di APBN P 2012 sebesar 6,8 persen itu sudah memasukkan kenaikan harga BBM Rp1.500 per liter. Kalau itu tidak jadi dilakukan maka realisasi inflasi tahun ini bisa di bawah 5,3 persen," kata Menteri Keuangan (Menkeu) di sela-sela rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah yakin naik atau tidaknya harga BBM bersubsidi tidak akan mengganggu stabilitas fiskal tahun ini karena APBN P 2012 dalam keadaan sehat karena Pemerintah sudah memiliki cadangan yang cukup untuk merespon gejolak yang mungkin terjadi.
Menkeu dalam kesempatan itu juga menyampaikan sasaran inflasi 2013 dan 2014 sebesar 3,5 - 5,5 persen dan inflasi 2015 sebesar 3 - 5 persen, yang diputuskan setelah berkoordinasi dengan Bank Indonesia.
Sasaran inflasi 2013-2015 itu dikeluarkan Pemerintah melalui Peraturan Menkeu No.66/PMK.012/2012 tertanggal 30 April 2012.
"Penetapan sasaran inflasi yang menurun secara gradual ini diharapkan akan memberikan gambaran jalur yang jelas sebagai bentuk komitmen antara Pemerintah dan BI dalam upaya menjaga laju inflasi nasional berada pada level 4 persen dalam jangka menengah," katanya.
Untuk laju inflasi tahun ini, Agus mengakui akan lebih besar dibanding 2011 selain karena kenaikan harga komoditas pangan internasional, juga disebabkan rencana Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi serta pengenaan tarif pajak BBM 5 persen.
Namun, berbagai hal positif juga berhasil menahan laju inflasi seperti stabilnya nilai tukar rupiah, kebijakan mitigasi gejolak harga pangan, integrasi sistem logistik, naiknya investment grade, dan kebijakan Pemerintah untuk menyiapkan cadangan fiskal untuk pangan.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam kesempatan itu meyakini laju inflasi tahun ini jika tidak ada kenaikan harga BBM akan berada di kisaran 3,5 - 5,5 persen.
Darmin juga mengatakan, bahwa BI bersama Pemerintah juga telah berhasil mengendalikan inflasi dalam beberapa tahun ini terlihat dari terus turunnya inflasi dari di atas 10 persen pada 1998 menjadi sekitar 5 persen sejak tahun lalu.
"Meski demikian itu belum memuaskan, karena inflasi kita harus sejajar dengan mitra dagang kita dan negara-negara tetangga untuk meningkatkan daya saing kita," katanya.
BPS mengumumkan inflasi April lalu tercatat sebesar 4,5 persen (tp).


