Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengapresiasi warga Jembatan Lima Tambora, Jakarta Barat, yang membantu aparat Kepolisian menemukan bahan peledak.
"Untuk menghadapi tindak pidana terorisme, kewaspadaan, kepedulian dan daya tanggap dengan melaporkan kepada aparat Polri sangat diperlukan," kata Djoko melalui pesan singkat yang diterima ANTARA, Jakarta, Kamis.
Djoko berharap, kewaspadaan dan kepedulian warga terhadap lingkungannya tidak hanya dilakukan oleh warga Tambora saja, tapi seluruh masyarakat Indonesia. Keamanan itu dapat tercipta jika masyarakat saling membantu menciptakan rasa aman dan ketertiban di wilayahnya masing-masing.
"Imbauan ini juga berlaku untuk masyarakat yang lain, agar bersama-sama kita dapat menciptakan rasa aman di masyarakat," katanya.
Sebelumnya, sebuah benda yang diduga bom rakitan setengah jadi ditemukan di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pukul 14.30 WIB. Benda itu ditemukan di dalam rumah milik seorang nenek bernama Iyot (60).
Penemuan benda diduga bom rakitan itu bermula dari kecurigaan masyarakat sekitar melihat ada kepulan asap dari rumah Iyot. Awalnya, warga menyangka ada kebakaran. Warga sekitar lalu mendatangi rumah tersebut dan mendapati benda itu yang diduga milik Muhamad Thoriq (32), putra Iyot.
Saat warga mendekat, Thoriq justru kabur dengan masih mengenakan sarungnya ke arah Jembatan Lima. Tim Gegana langsung mengamankan benda berbahaya itu untuk diteliti lebih lanjut.
Di lokasi, aparat kepolisian juga menemukan lembaran pembuatan racun, detonator, bahan-bahan kimia yang diduga black powder, belerang, sejumlah paku, dan lima buah pipa paralon yang berisi paku di kamar Thoriq. Belum diketahui pasti tujuan Thoriq memiliki bahan-bahan peledak ini.(rr)



Yahoo! OMG