Surabaya (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UMKM Syarifudin Hasan menyatakan dengan dibangunnya sejumlah sentra pedagang kaki lima (PKL) di Kota Surabaya, maka ke depan tidak akan ada lagi penggusuran PKL.
"Ke depan tidak ada lagi istilah penggusuran PKL, tetapi yang ada bersinergi dengan pemerintah," kata Menkop dan UMKM saat meresmikan 10 sentral PKL di Sentra PKL Gayungan, Surabaya, Senin.
Menurut dia, hal itu bisa terlaksana bila PKL mau diatur pemerintah. Tentunya, pemerintah dalam hal ini akan siap memfasilitasi pembiayaan bagi para pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan PKL.
Nantinya, lanjut dia, sentra PKL akan menjadi ikon ekonomi kota dan menjadi pilar ekonomi rakyat. Untuk itu, lanjut dia, para PKL harus memiliki semangat untuk menciptakan pekerjaan (wirausahawan) yang akan menjadi andalan generasi muda.
"Yakinlah semangat enterpreneurship (wirausahawan), sehingga ke depan PKL akan menjadi pelaku usaha berkaliber nasional," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak perbankan khususnya Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (LPDB-KUMKM) yang sudah mengeluarkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para UMKM.
"Alhamdulillah, saat ini sudah dilaksanakan KUR Rp20 juta yang tidak diperlukan agunan dan jaminan," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berharap para pelaku UMKM bisa menggunakan kredit untuk keperluan meningkatkan usahanya. "Kalau bisa kredit jangan dibuat beli motor, tapi gunakan meningkatkan usaha," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menekankan kepada UMKM untuk membayar angsuran setiap bulannya dengan rutin. "Dengan demikian, kalau UMKM disiplin, maka UMKM lainnya yang menunggu giliran dapat juga disalurkan," katanya.(rr)


