Menlu Iran Akan Kunjungi Turki Terkait Krisis Suriah

Ankara (AFP/ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi akan berkunjung singkat ke Turki pada Selasa malam untuk membicarakan krisis Suriah, ujar seorang diplomat Turki kepada AFP.


Menteri luar negeri Iran ingin mengunjungi Turki "atas kemauannya sendiri," yang disampaikan melalui saluran diplomatik pada Senin malam, kata diplomat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama.


Salehi akan mengadakan pembicaraan dengan rekannya dari Turki, Ahmet Davutoglu nya di Ankara, dengan agenda utama mengenai konflik Suriah, tambahnya.


Kunjungan itu dilakukan setelah 48 warga Iran diculik pada Sabtu oleh "kelompok teroris bersenjata" tak dikenal, saat mereka melakukan perjalanan di bus ke bandara di Damaskus, menurut kedutaan besar Iran di ibu kota Suriah dan kantor berita Suriah , SANA.


Itu adalah penculikan terbesar dari Iran sejak awal pemberontakan Suriah pada Maret tahun lalu.


Salehi menelepon rekan-rekannya di Turki dan Qatar, Davutoglu dan Hamad bin Jasim bin Jabir Al Thani, pada Sabtu malam untuk meminta bantuan mereka.


Dan Davutoglu menanggapi dengan menjanjikan "untuk mempelajari masalah ini dan untuk melakukan upaya seperti dalam kasus-kasus sebelumnya," lapor media Iran.


Saat ditanyakan oleh AFP, diplomat Turki tidak akan mengatakan jika situasi para peziarah akan dibahas dalam pertemuan Salehi-Davutoglu.


Turki dan Iran berada ingin mengakhiri krisis Suriah. Ankara berada di garis depan dari kritik internasional menentang rezim Damaskus yang kejam dalam meredam pemberontakan, sementara Teheran adalah salah satu sekutu Presiden Suriah Bashar al- Assad. (yg/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.