Menlu Iran Berharap Kestabilan Bisa Pulih di Suriah

Teheran (ANTARA/IRNA-OANA) - Menteri Luar Negeri Iran dalam pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Swedia, Senin (30/7), menjelaskan pendirian Iran mengenai perkembangan di Suriah dan menyampaikan harapan kondisi keamanan akan segera membaik dan kestabilan pulih lagi di Suriah.

Kepala Kantor Pusat Media dan Informasi di Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Ali-Akbar Salehi, dalam pembicaraan telepon Senin malam dengan Menlu Swedia Carld Bildt menambahkan, "Semua negara yang menjadi teman Suriah dan pendukung perdamaian serta kestabilan di wilayah ini akan menyediakan kondisi yang layak bagi penyelenggaraan dialog antara pemerintah dan oposisi. Tujuannya ialah mencari cara ke luar dari keadaan yang berlangsung di sana."


Bildt, dalam pembicaraan tersebut, juga menyampaikan keprihatinan serius Stockholm mengenai kondisi yang memburuk di Suriah. Ia mengatakan dalam pembicaraan telepon dengan Salehi, "Seluruh negara di dunia harus berbuat sebaik mungkin guna mengakhiri kondisi saat ini di Suriah.

Menteri Luar Negeri Iran Ali-Akbar Salehi, Ahad (29/7), mengatakan Zionis menyerukan kekacauan yang berlanjut dan jatuhnya pemerintah sah di Suriah.

Salehi mengeluarkan pernyataan tersebut dalam taklimat bersama dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al-Mouallem, yang sedang berkunjung, demikian laporan IRNA --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Persekongkolan itu telah diotaki oleh negara tertentu, terutama rejim Zionis, katanya.

Salehi mengatakan sungguh mengejutkan bahwa ketika rejim Zionis berusaha menyabot dan menciptakan kondisi tanpa hukum di Suriah, pemerintah tertentu di wilayah tersebut malah merestui persekongkolan semacam itu.

Pembaruan di Suriah memerlukan waktu dan itu mesti dipertimbangkan oleh kelompok opsosisi diSuriah, katanya.

Presiden Suriah Bashar al-Assad memerlukan waktu lebih banyak untuk menepati janjinya, kata Salehi.

Ia menambahkan sangat jelas bahwa Zionis dan sekutunya mengotaki persekongkolan untuk melawan pemerintah Suriah.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.