Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, mengatakan memberikan nilai tambah pada bahan baku alam secara tidak langsung akan menjaga kelestarian dari alam.
"Saya selalu memberi contoh ini karena lebih mudah dimengerti. Seperti kayu yang dijadikan bakar maka nilai paling besar hanya 60 sen atau Rp6.000, namun kalau diolah menjadi stapler maka bisa mempekerjakan orang dengan 1.000 jam pekerjaan dengan nilai 1.000 dolar," ujar Mari usai acara penandatanganan deklarasi bersama "Tanah Air untuk Bangsa Menuju Kesejahteraan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan" di Jakarta, Selasa.
Dengan memberikan nilai tambah, Mari yakin secara tidak langsung bahan baku alam bisa terjaga.
"Itu adalah contoh bagaimana ekonomi kreatif sangat bisa mengelola penggunaan alam," tambah dia.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan mengembangkan kearifan lokal masyarakat misalnya teknik penganyaman yang berlangsung secara turun menurun.
"Mereka belajar dari orang tua mereka, dan hasil pengelolaan dengan bahan baku alam tersebut mempunyai nilai tambah yang harganya cukup lumayan. Apalagi tas anyaman dari Kalimantan sudah masuk pasar ekspor." kata dia.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga akan mengembangkan ekowisata demi kelangsungan pelestarian alam.
Penandatanganan deklarasi komitmen penjagaan alam dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari masyarakat, LSM, perusahaan, dan pemerintah tersebut dilakukan guna terciptanya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.(rr)


