Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng berharap agar PB PBSI sebagai induk olahraga bulu tangkis nasional membuka dialog dengan mantan atlet bulu tangkis nasional, untuk mencari langkah-langkah tepat memajukan prestasi bulu tangkis nasional.
"Saya harap PBSI membuka diri untuk terima masukan dari para mantan atlet bulu tangkis, dan membuka dialog untuk membicarakan langkah-langkah yang tepat ke arah kebangkitan prestasi bulu tangkis nasional," kata Menpora Andi Mallarangeng setelah menerima perwakilan mantan atlet bulu tangkis nasional di Kemenpora, Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan itu, Menpora menerima kunjungan sejumlah mantan atlet seperti Rudi Hartono, Joko Supriyanto, Ivana Lie, Imelda Wiguna, Deny Kartono, dan Rosiana Tendean yang menyampaikan pemaparan tentang kondisi bulu tangkis nasional.
"Saya melihat ini merupakan wujud kepedulian para mantan atlet terhadap dunia bulu tangkis nasional karena mereka sudah banyak makan asam garam di lapangan," ucap Menpora.
Secepatnya, Menpora akan meminta kepada Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso untuk membuka dialog dengan para mantan atlet dan para pemangku kepantingan untuk merumuskan langkah-langkah memajukan prestasi bulu tangkis Indonesia.
"Kami merasa bahwa bulu tangkis Indonesia bisa bangkit kembali.Mudah-mudahan imbauan Pak Menteri ke PBSI bisa membuka jalan dan memberikan dialog bagi kami untuk kebangkitan bulu tangkis," kata Rudi Hartono.
Sebelumnya, pada Senin (28/5) sejumlah atlet dan mantan altet bulu tangkis berkumpul dan sepakat menyatakan keprihatinan terhadap prestasi bulu tangkis Indonesia dengan mengeluarkan tujuh tuntutan untuk PBSI.
Sejumlah poin penting dari tuntutan mereka antara lain PBSI harus bertanggung jawab dengan melakukan evaluasi secara serius dan menyeluruh tentang kegagalan tim Thomas-Uber di Wuhan.
Selain itu, PBSI diimbau untuk meninjau ulang keberadaan pelatih asing di Pelatnas serta Dewan Pengawas untuk lebih aktif menjalankan tugasnya dan mengkritisi kinerja PBSI pusat dan daerah.
Petisi tersebut diserahkan secara resmi oleh perwakilan mantan atlet bulu tangkis nasional dan diterima oleh Ketua Umum PB PBSI pada Kamis (31/5).
Djoko Santoso kemudian, pada Senin (5/6), mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi petisi tersebut sebagai masukan berharga bagi PB PBSI untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan pada masa yang akan datang. Namun, dia menyayangkan cara yang ditempuh dalam menyampaikan petisi tersebut.
"Saya sarankan seyogianya, cara-caranya kalau menurut saya datang saja ke sini, kita diskusi. Tidak menggunakan cara-cara politik seperti yang terjadi dengan membuat deklarasi. Mari menggunakan cara-cara olahraga yang penuh sportivitas," kata Djoko.(rr)


