Berburu Harta Luthfi

Menpora: "Saya Siap Berrtanggung Jawab Secara Moral"

Palu (ANTARA) - Menpora Andi Mallarangeng menegaskan kembali sikapnya untuk siap bertanggung jawab secara moral terhadap kasus dugaan penyalahgunaan dana pembangunan pusat olahraga di kawasan Hambalang dan meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan KPK.

"Saya siap untuk bertanggung jawab secara moral," kata Menpora Andi Mallarangeng di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako.

Andi menyatakan sikapnya itu ketika menjawab pertanyaan seorang mahasiswa tentang kasus Hambalang yang sedang diperiksa oleh KPK.

Ketika menjelaskan latar belakang pembangunan proyek Hambalang yang diperkirakan menelan biaya trilunan rupiah itu, Menpora menyatakan Indonesia memerlukan sebuah tempat pendidikan olahraga berskala internasional karena yang ada sekarang di kawasan Ragunan Jakarta sudah tidak memadai lagi.

Kemudian muncul dugaan bahwa dana pembangunan itu telah disalahgunakan dalam jumlah yang tidak sedikit sehingga akhirnya KPK mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Saya siap bekerja sama dengan KPK," kata Andi yang merupakan mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang pertama.

Komunitas ASEAN


Dalam kuliah umumnya yang dihadiri ratusan mahasiswa Universitas Tadulako serta dihadiri pula sejumlah pimpinan dan dosen perguruan tinggi tersebut, Menpora menjelaskan tantangan besar yang harus dihadapi para pemuda Indonesia yakni mulai diterapkannya Komunitas ASEAN atau ASEAN Community tahun 2015.

Berdasarkan konsep ini, maka penduduk ASEAN bisa melakukan kunjungan ke negara ASEAN mana pun juga secara bebas.

"Karena itu, pemuda-pemuda Indonesia harus menjadi `tuan rumah ` di negaranya sendiri," kata Andi.

Ia mengemukakan hal itu karena pemuda dari negara lainnya misalnya dari Brunei dan Thailand bebas berkunjung ke Indonesia dan sebaliknya warga Indonesia juga bebas untuk mengunjungi sembilan negara ASEAN lainnya.

"Pemuda Indonesia tidak hanya harus menjadi `tuan rumah` di negaranya sendiri tapi juga harus mampu `menjelajah` negara-negara ASEAN lainnya," katanya.

Menpora mengingatkan bahwa sekarang saja jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai sekitar 240 juta jiwa atau hampir separuh dari jumlah penduduk ASEAN sebanyak kurang lebih 600 juta jiwa.

Karena Komunitas ASEAN sudah akan segera dilaksanakan, maka mulai sekarang pemuda Indonesia sudah harus mulai menyiapkan diri.

Ia memberi contoh jika seorang pemuda dari Palu ingin melakukan kegiatan bisnis di kawasan ASEAN, maka dia cukup bekerja di ibu kota Sulawesi Tengah ini.

"Sang pemuda tetap bisa tinggal di Kota Palu ini saja dengan memanfaatkan jaringan internet yang dilengkapi dengan wifi dan lainnya," kata Andi.

Sekalipun tantangan terbuka lebar bagi pemuda dan pemudi Indonesia, Menpora mengingatkan mereka untuk berpegang teguh pada beberapa pilar di bidang politik yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 serta Bhineka Tunggal Ika.

Pilar-pilar itu harus dipegang teguh oleh seluruh warga Indonesia karena sudah terbukti pilar-pilar itu tetap berhasil mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai upaya untuk merobek-robek negara ini, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal atau ekstrim mana pun juga.

Menpora juga minta para pemuda di seluruh Tanah Air untuk tetap merasa yakin bahwa sekalipun di sana-sini telah terjadi gangguan keamanan, Indonesia tetap saja aman.

"Di Poso (Sulawesi Tengah, red) terjadi sejumlah tindak kekerasan tapi Poso dan Sulteng tetap aman. Di Jakarta saja, terjadi berbagai jenis tindak kejahatan, namun Jakarta tetap tenang dan Indonesia juga tetap tenang," ujarnya.

Menpora berada di Kota Palu sejak hari Sabtu (27/10) untuk membuka Jambore Pemuda Indonesia yang berlangsung hingga 2 November yang dikuti perwakilan pemuda dari seluruh provinsi yang juga dihadiri pemuda dari Timor Leste serta Brunei Darussalam serta memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-84.

Pada Senin siang, Menpora Andi Mallarangeng kembali ke Jakarta.(rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.