Mensos Apresiasi Bantuan Untuk Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengaku prihatin dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi atas warga Rohingya yang mengalami diskriminasi di Myanmar.

"Dari segi kemanusiaan, tragedi yang terjadi pada warga Rohingya membuat kita sedih apalagi masih dikawasan ASEAN dan terjadi atas saudara-saudara kita sesama muslim," kata Mensos disela-sela kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Kamis.

Mensos menyatakan, perlakuan-perlakuan yang diterima warga Rohingya di Myanmar seperti dibakar dan aksi kekerasan lainnya dalam era peradaban saat ini tidak layak lagi apapun alasannya.

"Yang terjadi atas warga Rohingya membuat masyarakat ASEAN prihatin apalagi mereka sudah bertahun-tahun tinggal disana bukan satu dua tahun," tambah Mensos.

Muslim Rohingya yang tinggal di Myanmar tidak diakui sebagai warga negara sehingga memicu kekerasan terhadap mereka, yang akhirnya membuat warga Rohingya mencari suaka ke negara lain termasuk Indonesia melalui kapal laut bahkan ada yang terdampar.

Mensos pada kesempatan itu mempertanyakan definisi warga negara, sebab menurut Mensos jika orang sudah tinggal bertahun-tahun bahkan sampai ratusan tahun berarti apapun itu mereka dikategorikan sebagai warga negara bersangkutan.

Mensos juga optimistis Pemerintah akan turun tangan menangani kasus tersebut karena permasalahan Rohingya berada di kawasan ASEAN. Mensos juga mengapresiasikan lembaga-lembaga kemanusiaan yang sudah turun memberikan bantuan terhadap Muslim Rohingya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.