Perang Lawan Geng Motor

Menteri Perdagangan Bukukan Pemikiran Sang Ayah

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan, Mari E Pangestu, membukukan pemikiran dan gagasan sang ayah, Prof Dr Jusuf Panglaykim dalam buku yang berjudul Prinsip-Prinsip Kemajuan Ekonomi, Pikiran dan Gagasan J Panglaykim.

"Saya sudah lama merencanakan penyusunan buku Ayah, tapi saya selalu ingin `the perfect book`, akhirnya dengan bantuan berbagai pihak berhasil dikumpulkan sejumlah tulisan Ayah dari 1980-1986," kata Mari dalam acara peluncuran buku Prinsip-Prinsip Kemajuan Ekonomi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, pada dasarnya kumpulan tulisan itu baru sedikit merekam pemikiran dan gagasan Panglaykim sebab ayah Mari Pangestu yang lahir pada 1922 dan meninggal pada 1986 itu sudah mulai menulis sejak 1960-an.

Namun, Mari bersyukur buku tersebut kemudian terbit dan berhasil merekam pemikiran ayahnya sekitar satu dekade sebelum wafat.

"Banyak hal dari pemikiran beliau yang masih relevan hingga saat ini," katanya.

Mari berpendapat pemikiran Panglaykim dapat menjadi bahan pelajaran dan instrospeksi dalam pengembangan ekonomi saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Mari mengenang pribadi ayahnya yang selalu menuangkan gagasan dan pemikirannya dengan menggunakan mesin ketik manual.

"Yang kami ingat adalah mesin ketik, beliau mengetik dengan 11 jari bukan 10 jari. Walaupun sudah dibelikan mesin ketik bahkan komputer, beliau tidak pernah berhasil naik pangkat dan tetap menggunakan mesin ketik manualnya dengan 11 jari," katanya.

Mari juga mengenang ayahnya sebagai pribadi pecinta kuliner sehingga kemanapun pergi selalu mengetahui tempat makan yang enak.

Tiga hal yang menjadi pemikiran Panglaykim yang dianggap Mari masih relevan yakni soal peran BUMN dalam perekonomian, sogo shosa (pemandu kemajuan ekonomi Jepang) yang mewujud dalam pemikiran Indonesia Incorporated, dan bisnis keluarga yang potensial bertransisi menjadi sumber bisnis berkelanjutan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.