INILAH.COM, Jakarta - Kader Partai Keadilan Sosial (PKS), Misbakhun merasa, dirinya dikriminalisasi oleh pemerintah. Untuk itu Misbakhum berencana mengadukannya ke Komnas HAM PBB.
Kriminalisasi yang dirasakan oleh mantan anggota DPR ini sudah merusak citra dan kehidupan pribadinya. Meski demikian dirinya percaya dan terus memperjuangkan kebenaran yang dimiliki sehingga bisa lepas dari jeratan kasus setelah Dikabulkannya pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA).
"Saya akan adukan ke PBB karena dikriminalkan oleh pemerintah," ujarnya, di Jakarta (1/8/2012). Kasus yang dialaminya kemarin sebenarnya bukanlah kasus Tipikor, melainkan 263 KUHP. kasus Tipikor yang diangkat tersebut dimunculkan agar dirinya dibenci oleh masyarakat karena dianggap sebagai koruptor. Dirinya hanyalah korban peradilan yang tidak menjunjung tinggi kebenaran.
Sistem hukum yang aneh dan tidak menghadirkan keadilan yang sebenarnya sudah membuat warga yang benar akan semakin tersingkirkan dan didiskriminatif. Harus dilakukan sebuah terobosan untuk bisa mengubah sistem peradilan yang terjadi sekarang agar tidak semakin banyak orang - orang yang punya itikad baik terhadap kebenaran disingkirkan oleh produk pemerintah.
Misbakhun menambahkan, banyak saat ini terjadi peradilan - peradilan yang merugikan rakyat kelas bawah dan orang - orang yang menjunjung tinggi kebenaran. Dunia harus melihat sistem peradilan yang dialami oleh bangsa kita agar bisa ada perubahan dan perbaikan. "Banyak terjadi Konflik agraria di daerah - daerah namun pemerintah hanya diam saja," tandasnya.[dit]
Kenaikan BBM
- Kenaikan Harga BBM Untungkan LorenaTRIBUNnews.com - 5 jam yang lalu
- Menkeu: Kenaikan Harga BBM Tunggu Administrasi SelesaiAntara - 5 jam yang lalu
- BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 PersenTempo - 6 jam yang lalu
- Polisi Pelototi Pelat Nomor Kendaraan Pembeli BBM Tempo - 6 jam yang lalu
- Rizal Kagum Perjuangan Mahasiswa-Pemuda Tolak Kenaikan Harga BBMTRIBUNnews.com - 6 jam yang lalu
- Jelang Kenaikan Harga BBM, Pelni Tunggu PetunjukAntara - 6 jam yang lalu
- PMKS Layak Disubsidi Kenaikan BBMTRIBUNnews.com - 6 jam yang lalu
- Karen: Depot BBM Beroperasi 24 JamAntara - 6 jam yang lalu
- PKS: Kenaikan BBM Berdampak Sistemik Pada BuruhAntara - 6 jam yang lalu
- Polri Evaluasi Pengamanan Aksi Tolak Kenaikan BBMAntara - 6 jam yang lalu
- PKS Minta Pemerintah Atasi Dampak Kenaikan BBMAntara - 7 jam yang lalu
- Polisi Temukan 41 Kasus Penyelundupan BBMAntara - 7 jam yang lalu
- Kominfo: Sosialisasi Harga BBM Lewat SMS Tak Langgar UU ITETRIBUNnews.com - 8 jam yang lalu
- BEI: Kepastian Penaikan BBM Positif bagi IHSGAntara - 8 jam yang lalu
- Menkeu: Kenaikan Harga BBM Kurangi PenyelundupanAntara - 8 jam yang lalu
- PKS Bantah Pasang Spanduk Pro-Kenaikan BBMTempo - 8 jam yang lalu
- Kenaikan Harga BBM Paling Lambat Seminggu Lagi Tempo - 8 jam yang lalu
- Harga BBM Naik, Sorgum Alternatifnya Tempo - 8 jam yang lalu
- Sopir Taksi Dihantui Kenaikan Harga BBMTRIBUNnews.com - 9 jam yang lalu
- Demo Harga BBM Jatuh Korban, Tim Polri ke Ternate Tempo - 9 jam yang lalu
Berita Lainnya
- Soal BLSM, Ahok Kini Ikuti Keputusan Pemerintah Pusat
- NasDem Targetkan 6 Kursi DPR di Jakarta
- Tiga Anggota DPR Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu Legislatif
- Semua Startup Advice yang Anda Baca Salah Atau Belum Tentu Benar
- KPU Lampung Coret Tiga Caleg PKPI
- Franz Magnis: Calonkan Orang Baik Agar DPR Jadi Baik
- PKS Terbuka Terhadap Tanggapan Publik Terkait DCS
- Mati Lampu Saat Kapolri Melantik 11 Kapo …TRIBUNnews.com
- Daftar Gunung yang Harus Didaki di Filip …Its More Fun Slideshows
- Polisi Terima Hasil Visum Luka PramugariTRIBUNnews.com
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 44
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
Jajak Pendapat Yahoo!
Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?
Memuat...


Yahoo! OMG