TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, mengatakan kalangan operator masih menunggu regulasi pemerintah tentang merger atau akuisisi antar-operator.
"Terutama yang menyangkut frekuensi," kata Hasnul usai penyerahan penghargaan XL Award di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Senin, 30 April 2012.
Hasnul mempertanyakan apabila terjadi konsolidasi dua operator, lalu bagaimana dengan nasib frekuensi dari masing-masing operator? Apakah tetap menjadi milik operator hasil konsolidasi. "Atau jangan-jangan harus dikembalikan ke pemerintah," katanya.
Padahal, kata Hasnul, tujuan dari konsolidasi operator adalah memperbanyak pelanggan dan sekaligus memperbesar frekuensi. "Tapi kalau frekuensinya diambil pemerintah, keuntungan operator apa?" katanya.
Hingga saat ini, kata Hasnul, XL belum mempunyai rencana konsolidasi, baik itu merger maupun akuisisi.
XL masih menunggu regulasi dari pemerintah dan menghitung untung-ruginya. "Balik lagi ke regulasinya seperti apa, baru komersialnya, cost benefit-nya bagaimana," katanya.
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, mengatakan pemerintah masih mengkaji soal konsolidasi operator tersebut. "Pemerintah menghindari penguasaan frekuensi pada satu entitas," katanya.
Budi mengatakan pemerintah masih menghitung formulasi tentang pengaturan frekuensi setelah ada konsolidasi. Misalnya, apakah nantinya seperempat frekuensi diambil pemerintah. "Ini perlu perhitungan yang khusus. Kami khawatir nanti terjadi monopoli," katanya.
Karena itu pula, dalam menyusun regulasi konsolidasi ini, kata Budi, Kementerian Komunikasi melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.
Namun, secara gampang, kata Budi, apabila terjadi merger, mestinya salah satu frekuensi diambil pemerintah. "Tapi yang jelas pemerintah masih menghitung formulasinya," katanya.
Adapun pengamat telematika Mas Wigrantoro Roes Setyadi mengatakan konsolidasi menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi di Indonesia yang saat ini terfragmentasi dengan banyak operator. "Kualitas ditingkatkan dengan cara menambah kanal," katanya.
IQBAL MUHTAROM


