Liputan6.com, Kairo: Menjelang pemilihan presiden Mesir yang pertama kali sejak jatuhnya rezim Husni Mubarak, Mesir mulai mempersiapakan pertarungan dunia politik itu secara jujur dan adil. Salah satunya dengan debat calon presiden. Media ZeeNews mewartakan, Jumat (11/5), dua calon presiden Mesir selama berjam-jam bertemu dalam debat perdana di televisi nasional.
Jutaan warga Mesir menyaksikan perdebatan antara Amr Moussa, mantan Menteri Luar Negeri Mesir dan Abdel-Moneim Abul-Futoh, mantan Ketua Liga Arab. Abul-Futoh dan Moussa termasuk 13 kandidat bersaing untuk kursi presiden. Setiap kandidat diberi waktu dua menit untuk menjawab pertanyaan yang sama.
Debat terbuka itu sangat menarik bagi warga Mesir. Sebab, mereka pertama kali menyaksikan pemilihan presiden selama lebih dari 30 tahun.
Kedua calon presiden Mesir itu berharap untuk menjadi kepala negara berikutnya. Moussa menyerang Abul-Futoh dengan mengungkapkan kecerobohannya yang mengorbankan keamanan nasional saat konflik Mesir terjadi. Sementara. Abul-Futon membalas dengan mengatakan bahwa Moussa bertugas di bawah Mubarak selama satu dekade lalu terlibat dalam penindasan yang menyebabkan pemberontakan.(DES/ANS)

