New York (AFP/ANTARA) - Harga minyak melonjak pada Selasa (Rabu pagi) dipicu ketegangan baru tentang Iran, di mana anggota parlemen mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai pembalasan atas sanksi minyak, dan setelah pemogokan menutup produksi di Norwegia.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus, melonjak 3,91 dolar AS menjadi ditutup pada 87,66 dolar AS per barel.
Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus menetap di 100,68 dolar AS per barel, melompat 3,34 dolar AS dari tingkat penutupan Senin.
"Karena ketegangan Iran dan pemogokan di Norwegia, memberikan alasan pasar minyak untuk bangkit," ujar Phil Flynn di Price Futures Group.
Harga minyak mentah telah jatuh pada Senin, di tengah data ekonomi lemah di China, konsumen energi terbesar di dunia; kejatuhan pertama manufaktur di AS dalam tiga tahun, dan karena pasar menilai dampak embargo Uni Eropa pada minyak Iran.
Implementasi penuh embargo Uni Eropa pada minyak Iran mulai berlaku pada Minggu, memprovokasi kemarahan di Teheran, yang mengatakan tindakan itu akan merugikan pembicaraan dengan kekuatan dunia atas aktivitas nuklir yang diperdebatkan.
Pada Selasa, harga minyak melonjak lebih tinggi setelah Iran menguji rudal ke wilayah pusat gurunnya, menarik sebuah peringatan AS bahwa tes tersebut melanggar resolusi PBB yang melarang Iran dari setiap kegiatan senjata balistik.
Sementara itu, sekitar 120 anggota parlemen di 290 kursi parlemen Iran mendukung rancangan undang-undang yang menyerukan Selat Hormuz yang strategis ditutup untuk kapal tanker minyak menuju ke Eropa sebagai pembalasan atas embargo Uni Eropa pada minyak mentah Iran.
Lembaga pengamat dan analis pasar minyak mengatakan, embargo Uni Eropa, ditambah dengan sanksi keuangan AS menghancurkan ekspor penting minyak Iran, yang menyumbang setengah dari pendapatan pemerintah.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan, ekspor minyak mentah Iran pada Mei tampaknya telah merosot menjadi 1,5 juta barel per hari (mbpd) karena pasar bersiap untuk embargo, yang telah dilakukan bertahap sejak diumumkan pada 23 Januari.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari pemogokan yang telah berlangsung selama 10-hari lebih dari 700 pekerja minyak Laut Utara di Norwegia. Aksi serikat pekerja tentang pensiun telah memangkas produksi minyak sekitar 10 persen dari total produksi eksportir minyak terbesar kedelapan dunia itu, menurut Asosiasi Industri Minyak Norwegia.(rr)

