Singapura (AFP/ANTARA) - Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Kamis, tertekan oleh data ekonomi yang lemah dari Eropa dan China, serta peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat menunjukkan permintaan melemah.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, turun 39 sen menjadi 105,89 dolar AS, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April turun 19 sen menjadi 122,71 dolar AS per barel dalam perdagangan sore.
"Data manufaktur dari China dan sebagian Eropa mengingatkan banyak
langit cerah tidak diperkirakan dalam waktu dekat," kata IG Markets i Singapura dalam komentarnya.
"Kemungkinan telah meningkat bahwa zona euro akan tergelincir ke dalam resesi mengambil korban lain," katanya menambahkan.
Raksasa perbankan Inggris HSBC pada Rabu mengatakan, aktivitas manufaktur China terus mengalami kontraksi pada Februari karena pesanan ekspor melemah, sebuah tanda lebih lanjut bahwa krisis zona euro dan kelemahan AS merugikan permintaan di ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Indeks pembelian manajer awal HSBC (PMI) tercatat sebesar 49,7 pada Februari. Angka di atas 50 poin menunjukkan pertumbuhan, sementara skor di bawah ini menunjukkan kontraksi.
Sebuah PMI untuk jasa dan industri di Eropa yang disusun oleh perusahaan riset Markit juga merosot menjadi 49,7 poin dari 50,5 poin pada Januari, memicu kekhawatiran baru bahwa wilayah tersebut sedang menuju resesi.
Para analis mengatakan, pasar juga sedang tertekan oleh perkiraan American Petroleum Institute (API) bahwa persediaan minyak AS naik 3,55 juta barel pekan lalu, mengindikasikan melemahnya permintaan di konsumen minyak terbesar di dunia itu.
Keceriaan awal atas kesepakatan penyelamatan keuangan untuk Yunani pada Selasa telah berkurang, karena keraguan apakah Athena dapat menerapkan pemotongan penghematan menyakitkan yang diperlukan, kata para analis.
"Krisis utang negara zona euro, dalam pandangan pasar, sebuah isu yang keputusannya antara harapan dan kekecewaan," kata DBS Bank.
"Harapan saat ini kehilangan momentum, dengan kekecewaan siap berdiri untuk turun tangan lagi." (rr)


Belum ada komentar