Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Misteri New7Wonders

    Liputan6.com, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders

    "Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut," kata Djoko dalam surat elektronik bertanggal 31 Oktober 2011. Dan inilah kronologi yang dimaksud Djoko.

     1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.

     

    2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199.

     3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.

     4. Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010.

     5. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.

     6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.

     7. Pada 29 Desember 2010, N7W  mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia, untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.

     8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).

     9. Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.

    10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya. 

    11. Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.

    12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan delapan orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa & Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.

    13. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W.  Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.

    14. Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8034 Zurich.  Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00-17.00.

    15. Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sommer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.

    16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.

    17. Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.

    18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W. (Ant/SHA)

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    1.743 komentar

    • ian  •  6 bulan yang lalu
      nah ini baru informasi yang luar biasa dari pak Dubes kita yang serius menatap kredibilitas bangsa supaya tidak dibodohi orang terus, pikir wae lah , yayasan di panama, badan hukum di swiss, pengacara di inggris.....weleh weleh... btw KOMODOKU Tetap is the Best
    • Roberto  •  6 bulan yang lalu
      Hhe he he, kita ngga cuma dikadalain, tapi bahkan dikomodoin..... (benerrrrr kata p.limbuk... )
      untung aj g kjebak pulsa eREG-eREGan hehe
    • Halimun  •  6 bulan yang lalu
      Metro TV harusnya membaca berita ini. Stasiun TV ini kayaknya sok pintar dan hanya mencari-cari kesalahan Pemerintah saja.
      • Encep 6 bulan yang lalu
        Mereka kan mo menangin partai nasdem.
    • Limbuk  •  6 bulan yang lalu
      Hhe he he, kita ngga cuma dikadalain, tapi bahkan dikomodoin.....
    • FAIRPLAY  •  6 bulan yang lalu
      kalo kantornya aja di panama....itu mustinya dah menjadi hal yang patut di curigai....karena disana hampir semua bank2 dan perusahaan money laundry didirikan.....dengan kata lain disana itu pusat penipuan macem2....
      • HELMI 6 bulan yang lalu
        betul itu
      • HELMI 6 bulan yang lalu
        halooooooooooooooooooooooooooooo
    • SHOLEH  •  6 bulan yang lalu
      paling2 orang yang mendirikan yayasan tidak nyata itu cuman mau cari uang doang.... hufh eman2 banget tuh 199 USD kita
      Harusnya yang kita perlukan adalah kesadaran seluruh warga negara untuk turut melestarikan TNK bukan buang2 uang untuk cari lisensi sebagai keajaiban dunia.
      keajaiban hanya dari Tuhan YME jadi kita tinggal lestarikan ajah. lah
      • erra apik 6 bulan yang lalu
        setuju
      • Ekay 6 bulan yang lalu
        199 USD utk menarik wisatawan manca negara?? pake uangku aja dah, publikasiin toko aku ke manca negara, biar ddatangi turis2 kyk TNK..hahaha...MAU???
    • A.fan  •  6 bulan yang lalu
      Benarkah N7W ada?
      • Count 6 bulan yang lalu
        ya adalah hahaha..tapi entah dimana..adanya hahha
    • nibor  •  6 bulan yang lalu
      nah....tuh, ketipu dah bangsa ini.....mereka mau ngebodohin kita.
    • gilang  •  6 bulan yang lalu
      NEW7WONDER ternyata palsu tho?

      hahahahaha
    • ATIK  •  6 bulan yang lalu
      Tertipuu...
    • aku ora ngerti bahasane  •  6 bulan yang lalu
      wkwkwkw...kok mau aja dibodoh2i sama n7w, semua itu ujung2xnya uang...
    • Mirah Adi  •  6 bulan yang lalu
      Nah ini, makanya ga usah buat komodonya uring2an...Yang penting komodo sejahtera sudah cukup.... :)
    • Mudjib, Moh  •  6 bulan yang lalu
      Walah...walah... Nasionalisme yang kebablasan, uang yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar di tanah air diberikan / dibayarkan untuk sebuah yayasan yang tidak jelas !
    • Zeto  •  6 bulan yang lalu
      KOQ BISA GITU YO PAK....ORANG YANG PINTAR APA KITA YANG DAK TAHU???
    • Rendy  •  6 bulan yang lalu
      lebih baik di hentikan saja keikutsertaan pulau komodo dalam new 7 wonders,krn percuma saja hanya membuang2 dana besar untuk keperluan yang tiada berguna lebih baik dananya di gunakan untuk mensejahterahkan rakyat,pulau komodo pun sdh di akui di dunia hanya ada di indonesia,tidak ada di negara lain,karna ALLAH.SWT sudah mengatur semua keajaiban yang sdh ada lebih baik kita mensyukuri nikmat ALLAH.SWT.
    • d h a  •  6 bulan yang lalu
      sudah saja mundur pak, ngak usah diakui sama N7W juga komodo tetap diakui dunia sebagai hewan ajaib..
    • Alfian  •  6 bulan yang lalu
      hmmm,,,,,,,,,,,,, cuma mw mengingatkan rekan2 sekalian. Jangan sampai Harta Kekayaan negara kita direbut atas nama N7W. Krn mrk melakukan charging dr setiap promosi yg Pemerintah lakukan. Ini sudah motif bisnis yg dilakukan N7W.
      Ane dalam hati selalu mendukung Pulau Komodo tp tak mau ikut ambil bagian dlm program "gelap" N7W
    • Erman Mahdee - Angkatan O ...  •  6 bulan yang lalu
      1: Tanya kenapa Indonesia? Malaysia dan Singapura ngga ada tuh. Karena mereka pintar, tidak mau asal-asalan glamor.
      2: No money no talk coooyyy.
    • barosboy  •  6 bulan yang lalu
      hmm.. perlu dipertanyakan neh,,??
      ckckck..kayaknya ga kredibel neh??
    • wenkobain  •  6 bulan yang lalu
      Wesss...timbangane duwik negoro bablas gae N7W, kene gae beasiswa arek2 cilik sing golek pangan dewe ae...