TEMPO.CO, Jakarta - MNC Sky Vision, anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dipastikan menggelar penawaran umum perdana saham publik (initial public offering) pada Juni mendatang.
Presiden Direktur Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo memastikan rencana itu. "Ya, semester satu tahun ini. Jika lancar, Juni kami sudah IPO," ujarnya dalam konferensi pers Senin, 30 April 2012, di kantornya.
Ia menegaskan rencana itu bakal direalisasikan Juni mendatang, namun Hary enggan menjelaskan target dana yang akan diraih perseroan dari aksi korporasi tersebut. Ia hanya menjelaskan Sky Vision akan menunggu global offering.
"Nanti juga akan ada masa penawaran (bookbuilding), harga saham harus somewhere in the middle. Kami kasih kesempatan bagi investor untuk meraup untung," tutur dia.
Hary mengimbuhkan, sepanjang 2011 Sky Vision membukukan pendapatan Rp 1,738 triliun atau naik 23 persen dari Rp 1,412 triliun. Sedangkan pendapatan sebelum pajak (EBITDA) perseroan mencapai Rp 728 miliar dari sebelumnya Rp 522 miliar (naik 39 persen).
Pada periode tersebut, perseroan juga mencatatkan kenaikan pelanggan menjadi 1,163 juta atau naik 45 persen dari 804 ribu pelanggan sebelumnya. Melihat capaian kinerja tahun lalu, ia optimistis prospek televisi berlangganan masih menjanjikan tahun ini.
"Penetrasinya masih rendah 4,7 persen tahun lalu, tahun ini kami targetkan 6 persen, dan diharapkan ada pertumbuhan 30-40 persen," ujarnya. Hary berharap perusahaan pemilik Indovision, Top TV, dan Oke Vision tersebut bisa terus mengembangkan jaringan televisi berbayar lokal yang saat ini sudah mencapai 13 stasiun Sky Vision.
JAYADI SUPRIADIN


