Mogok Puluhan Sopir Bus Telantarkan Ratusan Penumpang

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sipri Seko

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Puluhan bus angkutan kota dalam propinsi (AKDP) trayek Kupang-SoE, Kefamenanu dan Atambua, melakukan aksi mogok, Senin (13/8/2012). Akibatnya, ratusan penumpang tujuan SoE, Kefamenanu maupun Atambua telantar karena tidak ada angkutan.

Informasi yang dihimpun, aksi mogok ini dilakukan menyusul adanya penyetatan jalur lintasan oleh tim terpadu dari Dinas Perhubungan Kota Kupang, Dinas Perhubungan Propinsi NTT, Pol PP dan kepolisian. Sejak tiga hari belakangan, tim terpadu ini berjaga di sepanjang Bundaran PU, Jalan Pulau Indah dan Timor Raya.

Akibat aksi ini, bus AKDP maupun travel yang sering mangkal di sana tidak bisa beroperasi. Kalaupun ada yang beroperasi, mereka berusaha untuk menghindari para petugas. Beberapa kendaraan yang sempat kepergok mendapat peringatan dan teguran keras langsung dari petugas.

Beberapa calo penumpang di Jalan Timor Raya dekat lampu merah Oesapa, saat ditemui mengaku, para sopir tersebut tidak setuju dengan kebijakan pemerintah untuk mengalihkan jalur trayek melewati Jalan Herman Yohanes, Piet Tallo dan Frans Seda. Pasalnya, menurut mereka, di jalur itu tidak ada penumpang karena permukimannya masih sepi.

"Di sana mereka tidak dapat penumpang. Kalau lewat Oesapa, penumpang di sini banyak karena ada mahasiswa dan penumpang umum. Kalau mereka ketat begini, sopir tetap tidak mau jalan," ujar seorang calo berambut cepak di Oesapa.

Pantauan Pos Kupang, akibat tidak ada mobil, beberapa angkutan kota (angkot) mengalihkan trayeknya dengan mengangkut penumpang tujuan SoE. Tak hanya angkot, kendaraan jenis pick up pun memanfaatkan moment ini untuk meraup keuntungan. Meski harganya dinaikkan 50 persen dari tarif normal, namun beberapa penumpang terpaksa naik. Ada di antara mereka yang memilih pulang dan menunda perjalannya.

Terlihat, beberapa PNS Kabupaten Kupang yang berdomisili di Kupang juga tidak bisa berangkat kerja. Beberapa PNS terpaksa nekat menumpang mobil pick up, dump truck maupun mobil tangki air. Ada yang bahkan menggunakan jasa ojek sepeda motor.

Pantauan di terminal bus Oebobo, terlihat tak lebih dari sepuluh bus trayek Atambua antre menunggu penumpang. Sementara beberapa bus trayek SoE, meski ada di sana, namun tak berani mengangkut penumpang. "Mereka tunggu di jalan. Kalau kami berani muat penumpang pasti dipukuli. Kami tetap jalan, tapi tunggu sampai suasana normal," kata seorang sopir trayek SoE.

Informasi yang diperoleh, bila tuntutan pengalihan jalur lintasan dan mencari penumpang di terminal bayangan ini tidak dipenuhi, para sopir akan melakukan aksi ke DPRD Kota Kupang. Aksi tersebut untuk menuntut pemerintah merealisasikan tuntutannya.

Dalam tiga hari terakhir, petugas dari Dinas Perhubungan Kota Kupang, Pol PP dan kepolisian mulai menertibkan lokasi terminal bayangan di beberapa sudut Kota Kupang. Tak terlihat lagi antrean mobil yang biasa diparkir di terminal bayangan ini.

"Kami diperintahkan untuk membersihkan jalur ini terutama dari kebiasaan para sopir menunggu penumpang di sini. Bus, maupun rental yang parkir di sini akan kami proses sesuai aturan yang berlaku. Sudah ada teguran keras ke beberapa pemilik angkutan maupun sopirnya agar mematuhi rambu dan larangan yang ada," kata seorang petugas dari Dinas Perhubungan Kota Kupang yang tak mau disebut namanya saat ditemui di Oesapa.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat