Berburu Harta Luthfi

Morsi Desak AS Ubah Kebijakan terhadap Dunia Arab

Washington (AFP/ANTARA) – Presiden Mesir yang baru, Mohamed Morsi, mendesak Amerika Serikat pada Sabtu lalu untuk mengubah pendekatannya terhadap dunia Arab untuk dapat memperbaiki hubungan dan merevitalisasi aliansi dengan Mesir.


Morsi akan berkunjung ke New York pada Minggu untuk mengambil bagian dalam sebuah pertemuan dalam Sidang Umum PBB.


"Pemerintah Amerika secara berturut-turut membeli dengan uang pembayar pajak atas ketidaksukaan, jika bukan kebencian, orang-orang di wilayah tersebut," ujar presiden kepada The New York Times dalam sebuah wawancara.


Menurut surat kabar tersebut, dia merujuk kepada dukungan AS terhadap pemerintah diktatorial di wilayah tersebut dan dukungan tanpa syarat Washington untuk Israel.


Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa hari terjadi kekerasan unjuk rasa anti-Amerika di Kairo yang dipicu oleh sebuah film amatir anti-Islam yang diposting di YouTube. Saat pertemuan ini Morsi mengimbau para demonstran untuk menahan diri sementara mengecam film yang mengejek Nabi Muhammad.


Morsi yang memuji Presiden AS, Barack Obama, karena bertindak "secara tegas dan cepat" untuk mendukung revolusi Arab Spring, berpendapat bahwa AS mendukung "hak orang-orang wilayah tersebut untuk menikmati kebebasan bersama yang dimiliki orang-orang Amerika."


Namun dia juga mengungkapkan kekhwatirannya mengenai penderitaan warga Palestina, yang masih belum memiliki negara mereka, ujar laporan tersebut.


Warga Amerika, "memiliki tangnggungjawab khusus" untuk warga Palestina karena AS telah menandatangani persetujuan Camp Davis pada 1978, yang mengimbau mundurnya Israel dari Tepi Barat dan Gaza untuk mengizinkan warga Palestina memimpin negaranya sendiri.


Menurut The Times, Morsi menghindar ketika ditanya jika dia mempertimbangkan adanya hubungan sekutu dengan AS.


"Itu tergantung pada definisi anda mengenai sekutu," ujarnya, yang menambahkan bahwa pihaknya mempertimbangkan dua negara tersebut menjadi “teman sebenarnya."


Masalah tersebut mendorong ke garis depan hubungan bilateral sebelumnya pada bulan ini, ketika Presiden Obama menyatakan bahwa Kairo itu bukan sekutu ataupun musuh.


Juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland dan pejabat tinggi pemerintahan berusaha untuk memisahkan komentar Obama dengan pengakuan secara resmi bahwa Mesir masih "non-Sekutu NATO."


Mesir memperoleh status di bawah hukum AS pada 1989, yang mengizinkannya untuk memiliki hubungan dekat dengan militer AS, bersama dengan sekutu lainnya termasuk Australia, Jepang Yordania, Isarel dan Thailand.


Dalam wawancaranya, Morsi juga menegaskan kembali hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi keagamaan yang banyak dicurigai oleh Amerika Serikat.


Morsi awalnya berusaha untuk bertemu dengan Presiden Obama di Gedung Putih, ujar The Times, namun dia menerima sebuah penerimaan yang dingin, dan gagasan tersebut gagal. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.