Mulai Hari Ini, Tak ada Tahu dan Tempe

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

  • Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    Tempo
    Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menyatakan akan mengumumkan keputusan akuisisi PT Bank Danamon oleh Development Bank of Singapore (DBS) Ltd pada hari ini, Selasa 21 Mei 2013. Pengumuman izin akuisisi perbankan dengan nilai transaksi terbesar di Indonesia itu bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Darmin sebagai bos bank sentral. "Kita sedang menyusun laporannya, besok (hari ini) sore kami umumkan," kata dia di kantornya, Senin 20 Mei 2013.

  • Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan  

    Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan  

    Tempo
    Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan  

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melantik Chatib Basri menjadi menteri keuangan di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2013. Berdasarkan agenda resmi SBY, pelantikan rencananya dimulai pukul 11.00 WIB.

TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Perajin tahu dan tempe mulai hari ini, Rabu, 25 Juli 2012 'ogah' membuat makanan asli Indonesia itu sampai hari Jum'at, 27 Juli nanti. Aksi mogok ini sebagai protes karena tingginya harga kedelai, menyusul kenaikan bea masuk impor kedelai sebesar 5 persen.

Aksi mogok massal ini bukan tanpa komando. Para perajin tempe dan tahu mendapatkan selembar surat imbauan dari Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) . Surat bersifat segera dengan Nomor 29/org/VII/12 itu berisi tentang pemberitahuan penghentian produksi sementara.

Salah satu perajin tahu yang mematuhi kebijakan Puskopti adalah Tommy. Penguasaha yang tinggal di jalan H Toran, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan ini mengaku telah menghentikan produksinya.

Menurut dia, kenaikan kedelai yang mencapai 100 persen dari Rp 5,800 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram sangat memberatkan perajin. ”Naiknya gila-gilaan, rasanya tidak mungkin kami terus produksi,” ujar Tommy.

Akibat naiknya harga kedelai, kata dia, ongkos yang dikeluarkan tidak mampu menutupi biaya produksi. Biasanya ia menjual tahu per papan (berisi 81 potong) seharga Rp 27 ribu. Setelah bahan baku naik, satu papannya dijual seharga Rp 30 ribu.

Kondisi tersebut membuat para perajin jadi serba salah. Tommy tak bisa menaikkan harga tahu karena khawatir tidak laku di pasaran.

Sama seperti Tommy, Yuliani, seorang perajin tempe di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang juga mogok bikin tempe. "Ini bukan protes saya sendiri. Tapi, protes dari ribuan pedagang tempe se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," ujarnya.

JONIANSYAH

Berita terkait:

Gubernur Jabar Minta Perajin Tahu-Tempe Tak Mogok

Inilah Penyebab Kenaikan Harga Kedelai

Dewan Minta Pemerintah Atur Tata Niaga Kedelai

Ini Penyebab Sulitnya Swasembada Kedelai

Siap-siap 3 Hari Puasa Makan Tahu Tempe

Cara Perajin Tempe Siasati Harga Kedelai Naik 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat