Perang Lawan Geng Motor

Muliaman Tekankan Empat Langkah Awal OJK

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • 5 Kesalahan Para Wirausahawan

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Ini suara yang disampaikan oleh para wirausahawan yang berani mengambil risiko, menapaki jalan berliku, kemudian berhasil. Tapi mereka juga melakukan kesalahan.Kepada CNBC, sebagian dari mereka berbagi pengalaman buruk tersebut. Apa saja?1. Hati-hati, besar terlalu cepatTerkadang terlalu cepat juga tidak baik, karena bisa menjerumuskan. Pengalaman Terence Swee, pendiri perusahaan piranti lunak untuk mengedit video, Movee.com pada 2001, punya kisah. Kalau waktu bisa berulang,

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Calon yang terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad menekankan empat langkah prioritas awal bagi lembaga yang kelak dipimpinnya.

"Lembaga OJK adalah lembaga yang besar, kami perlu meyakini masa transisi berjalan dengan baik, dan kepastian kegiatan pengawasan serta berbagai macam kebijakan berjalan secara normal," jelas Muliaman di Jakarta pada Rabu.

Sebanyak empat langkah tersebut, menurut Muliaman terdiri dari konsolidasi internal OJK karena penggabungan staf OJK akan berasal dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

Dia menjelaskan konsolidasi tersebut diperlukan untuk mencapai penjaminan masa transisi dalam OJK yang baik.

Kemudian Muliaman menjelaskan prioritas kedua adalah perbaikan kegiatan pengawasan industri jasa keuangan secara umum, demi membangun pengawasan yang lebih terintegrasi dan tidak secara sektoral.

"Itu agar semua terpantau dalam pengawasan, sehingga beberapa kasus yang jadi kekhawatiran masyarakat sebelumnya mungkin diharapkan bisa kami minimalisasi," tutur Muliaman yang masih menjabat sebagai Deputi Senior Bank Indonesia.

Kegiatan pengawasan dalam OJK, menurut dia, membutuhkan perbaikan dan harmonisasi berbagai aturan dan teknik pengawasan serta perbaikan manajemen sumber daya manusia dalam lembaga.

Prioritas ketiga yang dibutuhkan OJK kata Muliaman adalah koordinasi yang lebih baik di antara lembaga terkait industri jasa keuangan.

Kendati proses pengawasan dan pengaturan antara OJK dan BI serta Kementerian Keuangan telah dipisahkan antara makro dan mikro prudensial, namun kerentanan bersinggungan di lapangan menurut Muliaman tetap ada.

Selain itu, lanjutnya, proses komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pengawas dan pengaturan terkait industri jasa keuangan harus tercakup tidak hanya menjadi pernyataan, tapi menjadi bagian dalam proses pengambilan keputusan.

Prioritas keempat, menurut Muliaman adalah keinginan kuat untuk meningkatkan keuangan yang inklusif.

Dia menilai akses kepada industri jasa keuangan di Indonesia masih rendah dibanding negara tetangga, khususnya di ASEAN.

"Oleh karena itu, bagaimana membuka akses yang lebih luas kepada industri keuangan terutama bagi sebagian masyarakat yang memang belum mempunyai akses akan jadi lebih terbuka, saya kira itu mungkin nilai tambah yg akan terangkat," tukas Muliaman.

Menurut dia tujuan dibentuknya OJK berdasarkan Undang-Undang adalah untuk menjamin pengawasan yang lebih terintegrasi, sehingga menciptakan kestabilan dari industri keuangan secara keseluruhan.

Industri jasa keuangan yang sehat tentu bisa melindungi kepentingan para nasabah serta pemangku kepentingan dan memungkinkan agar ekonomi bisa berjalan lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ucapnya, menegaskan.

Muliaman Hadad terpilih menjadi Ketua DK OJK setelah DPR memilih dia secara aklamasi mengalahkan Achyar Ilyas pada Selasa (19/6) malam.

OJK ditujukan untuk melakukan pengawasan dan pengaturan kepada sejumlah industri jasa keuangan seperti perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun dan lembaga pembiayaan.

Selain itu OJK juga memiliki dewan audit dan bidang edukasi serta perlindungan konsumen. (tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat