Penghargaan buat SBY

Mursi Menangi Pemilihan Presiden Mesir  

TEMPO.CO , Kairo: Kandidat Presiden Mesir dari Partai Kemerdekaan dan Keadilan (FJP), Mohammed Mursi, meraih suara terbanyak dalam pemilihan presiden yang digelar pada 16-17 Juni lalu. Berdasarkan hasil penghitungan suara sementara, calon dari partai yang menjadi sayap politik Ikhwanul Muslimin ini meraih sedikitnya 52,5 persen suara, dari sekitar 50 juta warga Mesir yang berhak memilih.

Mursi, 61 tahun, mengalahkan pesaing utamanya, Ahmed Shafiq, 71 tahun, yang meraih 47,5 persen suara. »Doktor Mohammed Mursi merupakan Presiden Mesir pertama yang dipilih oleh rakyat,” demikian pernyataan Partai Kemerdekaan dan Keadilan yang di-posting di Twitter.

Namun pemilihan presiden itu dibayang-bayangi rencana Dewan Mahkamah Angkatan Bersenjata (SCAF) untuk mengambil alih kekuasaan, setelah Mahkamah Konstitusi pekan lalu membubarkan parlemen.

Kemenangan sementara Mursi juga disambut sinis pendukung Shafiq. Pendukung Mursi dituding memberikan informasi palsu tentang hasil pemilihan. Soalnya, hasil resmi baru diumumkan pada 21 Juni nanti. »Kampanye Mursi menyebarkan berita kemenangan palsu,” kata seorang koordinator kampanye media kubu Shafiq kepada Al-Ahram Online.

Di lapangan Tahrir, sebagian pendukung Shafiq malah merayakan kemenangan jagonya. Mereka mengklaim Perdana Menteri Mesir di masa rezim Husni Mubarak itu bakal meraih kemenangan 56 persen.

Juru bicara Partai Nour dari kelompok Islam Salafih, Nader Bakkar, melalui Twitter-nya, menyambut kemenangan Mursi, insinyur dan kawan sealmamaternya saat bersekolah di Amerika Serikat. Ia mengatakan kemenangan Mursi merupakan kemenangan seluruh rakyat Mesir.

Ia juga memuji Shafiq dan para pendukungnya yang disebutnya ikut serta menciptakan pembaruan di Mesir.

AL-AHRAM | REUTERS | ASIA ONE | MARIA RITA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat