Kenaikan BBM

Musibah Berlalu, Mereka Siap Memilih Gubernur

TEMPO.CO, Jakarta - Tenda berwarna jingga dan biru sudah terpacak di gang berdebu di Kampung Janis, Kelurahan Pekojan, Jakarta Barat. Belum ada kursi atau papan penunjuk di TPS 22 tersebut. Tetapi tenda itulah satu-satunya tanda bahwa di sana akan berdiri tempat pemungutan suara untuk memilih Gubernur DKI Jakarta besok.

»Ya, besok rencana akan milih, tetapi belum tahu lokasi TPS di mana,” kata Kamini, warga RT 12 RW 7 Kelurahan Pekojan, ketika ditemui di rumahnya, Rabu, 19 September 2012. Toh, meskipun belum tahu lokasi TPS, dia tetap berencana menggunakan hak pilihnya.

Kampung Janis, Pekojan, merupakan salah satu wilayah yang dilanda kebakaran pada 28 Juli lalu. Akibat kebakaran ini, lebih dari 100 rumah hangus terbakar dan menewaskan seorang warga. Hingga hari ini, belum semua rumah bisa dibangun. Masih ada warga yang tidur hanya beratap tenda plastik. Sebagian lagi sedang membangun tembok agar rumah mereka layak huni. Kamini adalah salah satu korban kebakaran yang sedang membangun kembali rumahnya.

Ardiansyah, Ketua RT 7 RW 7 Kelurahan Pekojan, menyatakan perlengkapan keseluruhan untuk tempat pemungutan suara akan dilengkapi mulai siang ini hingga malam nanti. Ardiansyah, yang juga anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 22, menyatakan hingga saat ini hampir seluruh undangan sudah disebar ke calon pemilih. Di TPS 22, ada 449 pemilih yang terdaftar, berkurang lima pemilih karena meninggal dunia. »Surat undangan pemilih yang meninggal kami tahan,” kata Ardiansyah.

Pada putaran pertama, jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya sebanyak 271 orang. Meskipun selama masa kampanye calon gubernur tidak pernah datang ke kampung ini, Ardiansyah menjelaskan, warga siap menggunakan hak pilih mereka pada hari pencoblosan besok.

Penuturan serupa disampaikan oleh Ketua RT 11, Tating Asgar. Dia menyatakan, dari total 229 pemilih, diperkirakan undangan yang belum dikirim kurang dari 10 pemilih. Dia beralasan, pemilih tidak berada di rumahnya. »Tetapi mereka siap datang,” ujarnya.

Pada putaran pertama, total warga yang menggunakan hak pilih sekitar 150 orang. Namun dia yakin, jumlah warga yang akan menggunakan hak pilihnya pada putaran kedua akan jauh lebih tinggi. Hingga hari ini, KPPS sudah menerima sejumlah logistik, seperti bilik suara dan formulir undangan memilih. Sedangkan surat suara dan kotak suara rencananya didistribusikan pada malam hari.

Meskipun sedang berusaha bangkit dari musibah, penduduk Kampung Janis masih antusias memilih siapa yang pantas menjadi Gubernur DKI Jakarta berikutnya.

WAYAN AGUS P

Berita Terpopuler: 

"Haiya Ahok" Bikin Nachrowi Populer di Internet

Jokowi: Ada Kejutan di Pilkada Putaran Kedua

Ke Gereja dan Klenteng Foke Redam Efek Haiya Ahok

Bantah Selebaran, MUI Akui Kesepakatan untuk Foke

Produser Film Anti Islam Juga Tipu Aktivis Kristen

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat