Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan menegakkan dan melestarikan Pancasila tidak cukup hanya melalui orasi secara verbal tapi harus terefleksi dalam sikap dan perilaku para pemimpin.
"Saat ini nilai-nilai Pancasila yang tumbuh di tengah bangsa Indonesia saat ini sudah bergeser jauh," kata Hasyim Muzadi pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diselenggarakan Gerakan Pemantapan Pancasila di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin.
Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah tokoh nasional, antara lain Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Sekretaris Jenderal GPP Letjen TNI (Purn) Saiful Sulun, dan mantan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo.
Kemudian, Mantan Menteri Perhubungan Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, mantan KSAD Wismoyo Arismunandar, mantan Kepala BIN Mayjen TNI (Purn) Samsir Siregar, dan Pimpinan Gerakan Jalan Lurus Sulastomo.
Menurut Hasyim mencontohkan, melalui amandemen UUD 1945 sudah menggeser nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bangsa Indonesia.
Ia mencontohkan, sistem perekonomian Indonesia yang sebelumnya mengutamakan kerakyatan dan gotong-royong bergeser menjadi ekonomi pasar bebas.
"Hal ini memberi dampak lebih banyak terjadi praktik transaksional," katanya.
Ketua Umum GPP Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno mengatakan, amandemen UUD 1945 pada awal reformasi menggeser nilai-nilai Pancasila yang tumbuh dalam jiwa bangsa Indonesia.
Ia mencontohkan, melalui amandemen UUD 1945 mengubah sistem perekonomian Indonesia yang sebelumnya berlandaskan kerakyatan dan gotong-royong bergeser menjadi ekonomi pasar bebas yang kurang sejalan dengan tujuan negara Indonesia.
Dengan amandemen UUD 1945, menurut dia, disadari atau tidak, telah mengubah kultur dan norma kehidupan bangsa Indonesia dari bangsa yang sebelumnya ramah dan suka bergotong-royong menjadi bangsa yang individual.
Pada kesempatan tersebut, Try Sutrisno mengajak bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, untuk mengkaji ulang Pancasila setelah UUD 1945 diamandemen hingga empat kali.
"Jika Pancasila tidak segera dikaji ulang, dikhawatirkan bangsa Indonesia akan semakin jauh dari cita-cita pendiri bangsa yakni mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan makmur serta mewujudkan kesejahterakan rakyat," kata Wakil Presiden keenam Republik Indonesia ini.
Jenderal TNI Purnawirawan ini mencontohkan, peristiwa yang terjadi pada akhir-akhir ini yakni konflik antarelemen bangsa yang mudah tersulut, jika tidak segera diantisipasi maka akan menjadi konflik yang lebih luas dan berpotensi memicu disintegrasi.
Menurut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sekadar mengingatkan kembali bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai Pancasila yang harus terus dipelihara dan tumbuh di dalam jiwa bangsa Indonesia.
"Kata pepatah dari orang tua, `Barang siapa yang selalu eling Insya Allah dia akan selamat`," katanya. (ar)



Yahoo! OMG