TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Usai meresmikan Satgas Anti Politik Uang (SAPU), calon wakil gubernur DKI Nachrowi Ramli mengungkapkan, proses demokrasi membutuhkan uang. Dana itu, adalah biaya politik, berbeda dengan politik uang.
"Satgas Anti Politik Uang mungkin baru satu-satunya ada di dunia ini. Di Indonesia, baru satu-satunya juga ada organisasi seperti SAPU. Kami tahu demokrasi butuh biaya. Jika itu cost politic, maka itu sah. Tetapi jika itu money politic, harus diberantas," ujar Nachrowi, Sabtu (7/7/2012) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.
Menurutnya pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ingin mengukir sejarah dengan tidak adanya politik uang dalam proses berdemokrasi, seperti menjelang pemilukada DKI tanggal 11 Juli nanti.
Dikatakannya, reformasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik sejak tahun 1998 sampai sekarang. Hal itu, kata Nachrowi, satu diantaranya terlihat dari pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat.
"30 ribu satgas sudah disiapkan untuk menutup lubang kemungkinan terjadinya politik uang. Ada sebagian orang yang menuduh kami melakukan itu (politik uang). Hari ini, kami perlihatkan justru kami yang pertama membasmi politik uang," tegasnya.
- Faisal Basri: Gubernur yang Sekarang Musuh Kalian
- Alunan Lagu Mobil Balap di Kampanye Terakhir Alex-Nono
- Ki Manteb Sudarsono Dukung Hidayat Nurwahid
- Julia Perez Tak Mau Pilih Pemimpin Loyo
- Alex-Nono Menang Jupe Guyon, Nikah Gratis
- Panggung Kampanye Alex-Nono 'Digoyang' Julia Perez



Yahoo! OMG