Liputan6.com, Jakarta: Warga Betawi harus menjadi pelopor kesatuan dan ketentraman di Jakarta. Warga Betawi juga harus terus menghidupkan semangat Sumpah Pemuda di kotanya. Itulah komentar Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli tentang peringatan Sumpah Pemuda, yang akan jatuh pada Jumat, 28 Oktober esok.
"Sama seperti waktu Sumpah Pemuda, Jakarta jadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah, kita yang harus lebih dulu mewujudkan ketentraman di kota ini," ujar Nachrowi yang juga Ketua Partai Demokrat DKI Jakarta.
Jakarta adalah tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928. Kongres tersebut melahirkan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan sangat penting bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka.
Bagaimana kondisi Jakarta sekarang, setelah 83 tahun Sumpah itu terucap "Itulah tantangan yang harus kita jawab. Jakarta adalah ibukota negara, pusat pemerintahan. Jakarta harus mencerminkan nilai-nilai kebangsaan yang terlahir di kota ini," katanya.
Dengan logat Betawi yang kental, Nachrowi melanjutkan, "Sumpah Pemuda di sini (Jakarta), Pemuda Betawi ikut menandatangani Sumpah Pemuda. Nah, nilai dan semangatnya harus tetap hidup. Tugas utama pemimpin menghidupkan nilai dan semangat itu."
Menurutnya, Sumpah Pemuda merupakan pelajaran mengenai ketegasan memilih satu cita-cita. Pemimpin juga harus punya ketegasan dalam memilih, lanjut Nachrowi. Tidak akan satu kebijakan menyenangkan semua pihak. Tapi kalau seorang pemimpin yakin, didukung dengan data dan informasi yang cukup, dia harus maju.
"Pada akhirnya orang melihat kalau niat seorang pemimpin benar, yaitu ketika menikmati hasilnya. Makanya, pemimpin jangan ragu-ragu dan, kalau kata orang Betawi, belom-belom udah goyang." (rka)

