Bangkok (ANTARA/TNA-OANA) - Badan Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat Nasional (NASA) membatalkan rencananya untuk melakukan studi atmosfer tahun ini setelah keputusan Kabinet Thailand merujuk hal tersebut untuk dibahas dalam satu sidang gabungan parlemen.
"NASA membatalkan misi SEAC4RS, yang dijadwalkan akan dimulai pada Agustus 2012, karena tidak adanya persetujuan yang diperlukan oleh pemerintah daerah dalam rentang waktu yang diperlukan untuk mendukung penyebaran rencana misi dan jendela observasi ilmiah," kata badan antariksa AS dalam satu pengumuman di situsnya.
Pembatalan itu dilakukan setelah Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengumumkan pada Selasa, bahwa kabinetnya meneruskan permintaan NASA menggunakan pangkalan udara angkatan laut U-Tapao untuk melakukan studi atmosfer kepada parlemen guna dibahas dalam sidang tanpa pemungutan suara untuk transparansi setelah kritik keras dari pihak oposisi dan kritikus.
Hari ini perdana menteri menolak memberikan komentar apapun tentang pembatalan NASA.
NASA sebelumnya menyatakan akan menangguhkan rencananya untuk menggunakan bandara itu jika pemerintah Thailand tidak memberikan izin permintaan pada 26 Juni, pada saat badan itu tidak bisa mengirimkan perlengkapannya tepat waktu untuk pelaksanaan proyek yang dijadwalkan pada Agustus dan September.
Komposisi Asia Tenggara, Cloud, Pengkajian Rangkaian Iklim Kawasan (SEAC4RS) dijadwalkan untuk melakukan kerja lapangan pada Agustus.
Kampanye ini sedang dipimpin oleh Brian Toon, ketua Departemen Atmosfer dan Ilmu Kelautan Universitas Colorado.
Dr Toon adalah veteran dari kampanye udara NASA, termasuk penerbangan untuk mempelajari lubang ozon Antartika dan efek atmosfer dari letusan gunung berapi.
Beberapa ilmuwan percaya bahwa Asia Tenggara adalah tempat utama di mana udara baru diangkut ke stratosfer.
SEAC4RS dirancang untuk menyelidiki hipotesis dan memberikan wawasan baru ke dalam apa persisnya efek dari polusi uap dan partikel kecil yang disebut aerosol yang mencapai stratosfer.
SEAC4RS adalah untuk mengatasi isu-isu global, menurut informasi yang disiarkan di situs Badan Antariksa Amerika Serikat itu.
NASA mengusulkan akan menjadikan pangkalan pesawat SEAC4RS-nya di Thailand sehingga mereka dapat mengambil contoh dua arah meteorologi besar sirkulasi atmosfer di kawasan itu, yaitu sirkulasi hujan musim panas ke barat dan konveksi laut ke timur dan selatan yang dapat membawa emisi ke stratosfer, kata NASA.(rr)

