Liputan6.com, Jakarta: Masih ingatkah kapan terakhir kali Anda mengirimkan kartu Lebaran kepada kerabat, kolega, atau sanak-saudara lainnya Ya, media lain yang lebih praktis dan canggih saat ini bisa dibilang sudah menggantikan peran kartu Lebaran. Misalnya saja melalui SMS, telepon, dan sosial media.
Meski animo masyarakat saat ini sudah turun, namun masih ada saja penjual yang menjajakan kartu Lebaran. Salah satunya adalah Suirja (73), yang menjual kartu Lebaran di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dia mengatakan kartu Lebaran mulai tidak ada penggunanya. Ia pun mengaku omzetnya turun dibanding tahun sebelumnya.
Kartu Lebaran yang dijual Suirja terbilang murah, yaitu Rp 1.000-Rp3.000 saja per lembarnya. Ia mengatakan kalaupun ada orang yang beli, itu biasanya untuk membalas kiriman kartu Lebaran yang didapatnya.
Menjelang Lebaran, Suirja bisa menjual lima-tujuh kartu saja per hari. Berbeda dibanding beberapa tahun silam, ia bisa menjual ratusan kartu per hari. Ironis memang, ketika etika dan estetika telah tergantikan dengan ponsel, yang kerap kali kita gunakan untuk berkirim ucapan Lebaran melalui SMS, telepon, atau sosial media. (GEG/DIAH/IRA/FRD)

