Negara Barat Skeptis Suriah Penuhi Janji Gencatan Senjata

Damaskus (AFP/ANTARA) – Suriah berjanji untuk mematuhi rencana untuk menghentikan operasi militer pada Kamis dan mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 13 bulan yang telah menewaskan ribuan orang, tetapi negara Barat menyatakan skeptis dan siap untuk meningkatkan tekanan terhadap Damaskus.


Di tengah laporan kekerasan yang diterima terus-menerus, Kofi Annan, mantan Sekjen PBB sebagai utusan perdamaian, mengatakan ia menerima surat dari Suriah yang berjanji akan "menghentikan semua pertempuran militer di seluruh wilayah Suriah pada 6:00 (0300 GMT)."


Tapi surat itu dilindungi hak "untuk merespon secara proporsional, setiap serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata," sebuah frase yang digunakan pada masa lalu oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk menggambarkan kekuatan oposisi.


Pihak oposisi mengatakan bahwa tidak ada tanda kepatuhan di lapangan saat pasukan rezim dilanda protes yang menewaskan 14 warga sipil, Rabu.


Presiden AS Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyetujui dalam pembicaraan melalui telepon kepada Dewan Keamanan PBB, untuk memberikan dukungan kepada rencana Annan, jika diperlukan untuk "mengambil tindakan lebih tegas" di Suriah.


"Presiden dan Kanselir menyatakan keprihatinan tentang pemerintah Assad yang tidak memenuhi ketentuan perjanjian yang telah dinegosiasikan oleh Kofi Annan dan terus terlibat dalam kebrutalan yang tidak dapat diterima terhadap rakyatnya sendiri," katanya dalam pernyataan di Gedung Putih.


PBB mengatakan bahwa telah lebih dari 9.000 orang tewas sejak Maret 2011.


Susan Rice, utusan AS untuk PBB, mengatakan bahwa rezim Assad sebenarnya telah mempertegang kekerasan sejak pertama kali berkomitmen untuk rencana Annan pada 1 April. (yg/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.