Los Cabos, Meksiko (AFP/ANTARA) - Para pemimpin negara-negara berkembang, Senin mengatakan, mereka ingin IMF memasukkan dalam reformasinya peningkatan pengaruh mereka sebelum mereka meningkatkan kontribusi terhadap dana untuk mencegah krisis di masa depan.
Para pemimpin yang disebut BRICS - Brazil, hCina, Rusia, India dan Afrika Selatan - mengatakan dalam sebuah pernyataan pada pertemuan puncak di Meksiko bahwa mereka bersedia meningkatkan kontribusi mereka kepada IMF tetapi hanya ketika dana yang ada mengering.
Dana Moneter Internasional, berharap untuk mencegah memburuknya krisis ekonomi global, tahun lalu menyerukan sebuah firewall (pelindung) darurat sebesar 500 miliar dolar AS untuk mendukung negara-negara yang berisiko penularan, tetapi uang telah kekurangan.
Lima pemimpin BRICS "sepakat untuk meningkatkan sumber daya yang tersedia dengan Dana Moneter Internasional. Dalam konteks ini, mereka sepakat untuk meningkatkan sumbangan mereka sendiri kepada IMF," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh India.
Tetapi pernyataan itu tidak termasuk angkanya dan BRICS mengatakan bahwa mereka mengharapkan uang mereka digunakan setelah sumber daya saat ini "dimanfaatkan secara substansial."
"Ini akan mendorong pembagian beban yang memadai antara kreditor IMF. Kontribusi baru ini sedang dibuat dalam mengantisipasi bahwa semua reformasi yang disetujui pada 2010 akan sepenuhnya dilaksanakan secara tepat waktu, termasuk reformasi yang komprehensif, hak suara dan reformasi kuota saham," katanya.
Para pemimpin BRICS bertemu di resor Los Cabos Meksiko menjelang pertemuan puncak Kelompok 20 (G20) ekonomi utama, yang akan menghabiskan dua hari untuk mencari cara menghentikan sebuah spiral krisis utang di zona euro.
Negara-negara berkembang meminta `bisa dilihat sebagai tantangan untuk Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, yang telah menolak memberikan kontribusi bagi dana baru.
Presiden Barack Obama ingin menghentikan kesulitan zona euro, yang mempersuram ekonomi AS dan harapan dirinya terpilih kembali, tetapi menghadapi resistensi politik kuat di dalam negeri untuk komitmen keuangan baru.
Setelah para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 bertemu di Washington pada April, IMF mengumumkan ukuran firewall sebesar 430 miliar dolar AS, namun telah sampai hanya pada 340 miliar dolar AS dalam kontribusi.
Zona euro sejauh ini merupakan kontributor terbesar, menjanjikan sekitar 200 miliar dolar AS, meningkatkan kekhawatiran oleh beberapa kontributor potensial bahwa firewall akhirnya akan berubah menjadi sebuah dana talangan baru Eropa.
Jepang telah menyumbang 60 miliar dolar AS, sementara Inggris, Korea Selatan dan Saudi Arabia masing-masing menjanjikan 15 miliar dolar AS. Singapura dan pemerintah Eropa lainnya juga telah memberikan kontribusi dalam jumlah lebih kecil.(rr)

