H+5 Terperangkap

Nepal Larang Wanita Muda Bekerja di Negara Teluk

Kathmandu (AFP/ANTARA) – Nepal telah melarang wanita di bawah usia 30 tahun untuk bekerja di negara-negara Teluk, menyusul berbagai laporan pelecehan seksual dan eksploitasi, seperti diungkapkan media pemerintah pada Kamis.


Ribuan wanita, yang kebanyakan berusia di bawah 25 tahun, setiap tahun meninggalkan negara Himalaya yang miskin itu untuk menjadi pembantu atau bekerja di konstruksi, dan banyak yang menuju ke negara Arab yang berada di Teluk Persia.


“Para pekerja wanita muda dilaporkan mengalami pelecehan seksual dan psikologis di negara-negara Teluk,” ujar Menteri Informasi Raj Kishor Yadav yang dikutip surat kabar berbahasa Inggris, Himalayan Times.


“Jadi kabinet memutuskan untuk menetapkan larangan bagi para pekerja migran wanita di Teluk. Para wanita di bawah 30 tahun berisiko mengalami eksploitasi tersebut.”


Para wanita Nepal telah diizinkan untuk pergi ke Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar sejak 2010, ketika pemerintah mencabut larangan 12 tahun yang diberlakukan setelah ada kasus bunuh diri seorang pekerja domestik Nepal yang disiksa di Kuwait.


Kebanyakan pekerja migran Nepal berada di India, namun pemerintah dan lembaga-lembaga lokal memperkirakan bahwa antara 20.000-70.000 pekerja berada di negara-negara Teluk yang kaya, terpikat janji akan upah yang lebih baik untuk mendukung kehidupan rumah tangga mereka. (a/pti)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.