Lembaga keselamatan lalu lintas jalan raya AS atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah menambah bobot boneka anak yang menjadi model uji tes tabrakan. Boneka dirancang menyerupai anak berusia 10 tahun dan hasilnya digunakan untuk mengevaluasi dampak kursi keselamatan dan dorongan terhadap anak dengan berat badan lebih dari 65 pound.
Selama 10 tahun terakhir NHTSA telah mendorong orang tua untuk menggunakan booster seat untuk anak-anak muda, yang telah membantu meminimalisir kematian yang disebabkan oleh airbag atau cidera.
Pada tahun 2008 lalu, hanya satu anak di AS yang dilaporkan meninggal dunia akibat cidera yang disebabkan oleh airbag namun tidak pada penumpang dewasa. Dari 197 kasus, 53 orang meninggal dunia, 31 diantaranya anak-anak.
"Ini berita baik, produsen mobil harus mendesain lebih banyak kursi yang dapat menjaga keselamatan anak-anak sehingga lebih aman di jalan raya," kata Ray LaHood, Menteri Transportasi AS.
"Sebagai pasar yang terus berkembang, sangat baik untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan konsumen. Dan sangat penting, bahwa regulator keselamatan juga memiliki alat yang terbaik untuk mengevaluasi seberapa baik produk (keselamatan) ini bekerja," tambahnya.
Selasa lalu (21/2) NHTSA mengeluarkan aturan yang mewajibkan produsen mengubah kursi standar keselamatan anak, mencakup jok mobil dan penguatnya terutama untuk porsi anak dengan berat badan 65 atau 80 pound. Produsen mobil diberi kesempatan selama 2 tahun untuk menciptakan kursi dan penguat (booster seat) guna memenuhi persyaratan keselamatan baru di AS. (kpl/nzr/bun)


Belum ada komentar