Nissan Akan Pangkas Produksi di Jepang Sebesar 15 Persen

Tokyo (AFP/ANTARA) - Nissan Motor memangkas produksinya di Jepang sebesar 15,0 persen bulan depan. Hal itu dilakukan menyusul lonjakan biaya produksi yang didorong penguatan yen dan melemahnya permintaan domestik.


Perusahaan itu akan menghentikan salah satu dari dua lini produksi di pabrik Oppama, bagian selatan Tokyo, sehingga produksi domestik tahunan menurun menjadi 1,15 juta unit kendaraan dari 1,35 juta, seperti diungkapkan harian bisnis Nikkei dan kantor berita domestik Jiji Press dan Kyodo News.


Seorang juru bicara Nissan mengonfirmasi kepada AFP tentang rencana penghentian satu lini di pabrik tersebut, seraya menambahkan bahwa lini tersebut akan tetap digunakan untuk menguji model baru, serta tidak akan ada rencana pemotongan jumlah pekerja, meskipun tidak mengkonfirmasi rincian lainnya.


Langkah itu akan mengakhiri produksi dalam negeri dari empat model termasuk Note dan Tiida, serta sedan Latio Tiida, kata juru bicara tersebut. Selain itu, langkah tersebut menjadi langkah pertama Nissan, produsen otomotif terbesar kedua di Jepang, yang memangkas produksi domestik sejak menutup sebuah pabrik di wilayah Tokyo, sekitar satu dekade lalu.


Beberapa pabrik di Oppama yang memproduksi Latio Tiida akan dipindahkan ke Thailand, seperti dilaporkan Nikkei.


“Ini merupakan pengurangan kapasitas produksi massal kami, namun bukan reduksi kapasitas produksi kami secara keseluruhan, karena lini tersebut dapat diaktifkan kembali jika diperlukan," kata juru bicara tersebut.


“Tentu saja kami akan mempertahankan para karyawan, meskipun untuk pekerjaan yang berbeda,” tambahnya.


Laporan terpisah mengatakan saingan dari perusahaan itu, yaitu Toyota Motor akan melakukan pemangkasan produksi domestik tahunan sebesar 400.000 unit menjadi 3,2 juta seraya meningkatkan produksi luar negeri karena biaya produksi yang tinggi. (ai/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.