Berburu Harta Luthfi

Nokia Bukan Lagi Raja Ponsel

TEMPO.CO , Jakarta - Setelah menduduki posisi sebagai pembuat ponsel terbanyak selama 14 tahun, Nokia tampaknya harus merelakan peringkat ini direbut Samsung. Ini tecermin dari laporan lembaga riset Strategy Analytics dan IHS iSuppli selama kuartal pertama 2012.

Dikutip dari situs teknologi The Verge, Jumat, 27 April 2012, selama kuarter pertama Samsung mengapalkan sebanyak 93,5 juta ponsel, sementara itu Nokia "hanya" mengapalkan 82,7 juta ponsel.

Strategy Analytics memperkirakan penjualan ponsel low-end Nokia macet di pasar negara berkembang. Sementara Lumia, ponsel high-end Nokia, belum berhasil mengembalikan pamor Nokia di jagat ponsel cerdas.

Tahun lalu, pada kuarter pertama, Nokia memiliki market share sebesar 30,4 persen dan Samsung hanya 19,3 persen. Adapun sekarang Samsung menguasai 25 persen pasar dan Nokia sebesar 22,5 persen.

Meski sepakat dengan hal di atas, kedua lembaga riset tidak satu suara mengenai vendor yang melakukan paling banyak pengapalan ponsel cerdas.

Strategy Analytics menyebutkan Samsung mengirimkan 44,5 juta unit ponsel cerdas, sementara Apple sebanyak 35 juta unit.

Namun iSuppli menyatakan Samsung hanya mengapalkan sebesar 32 juta unit ponsel cerdas, lebih sedikit dari Apple dengan 35 juta unit iPhone.

THE VERGE | PC WORLD| RATNANING ASIH

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.