Washington (AFP/ANTARA) - Senjata nuklir China tidak menimbulkan "ancaman langsung" terhadap Amerika Serikat.
"Kami akan mengadakan komunikasi dan pembicaraan rutin dengan militer China," kata Jenderal Robert Kehler, kepala Komando Strategi atau STRATCOM, yang mengawasi operasi pencegahan nuklir di seluruh dunia.
"Kami pikir akan ada keuntungan yang luar biasa untuk China dan Amerika Serikat, khususnya untuk menghindari beberapa kesalahpahaman atau ketegangan di masa depan."
Menurut Kehler, meski AS dan Rusia menyumbang sekitar 90 persen senjata nuklir di seluruh dunia, perjanjian dengan China atas masalah tersebut akan menjadi sangat penting.
"Saya tidak melihat strategi China sebagai ancaman langsung terhadap Amerika Serikat. Kami bukan musuh," katanya.
"Mungkinkah? Maksud saya, jika kami musuh, setidaknya kami harus waspada terhadap hal itu." (nn/pt)

